JAKARTA | Harian Merdeka
Gelombang demonstrasi yang berujung kerusuhan dalam beberapa terakhir ini dinilai jauh dari tujuan utama dalam menyampaikan aspirasi.
Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, yang juga dikenal sebagai pendukung Presiden Prabowo Subianto, menyebut ada pihak tertentu yang sengaja mendanai aksi perusakan.
“Menurut analisa bodoh kami, perusuh ini dibiayai oleh para pihak yang terkena imbas dari efisiensi anggaran, juga dari kebijakan Pak Prabowo yang tegas terhadap koruptor, mafia migas, dan sebagainya,” ujarnya dikutip republika co id, Minggu (31/8).
Ia menilai, kebijakan pro-rakyat yang dijalankan Presiden Prabowo membuat kelompok tertentu kehilangan keuntungan. Kelompok ini kemungkinan melakukan penyusupan ke dalam aksi massa.
“Jadi di saat Pak Prabowo membuat kebijakan yang pro rakyat ada orang-orang ini, mafia-mafia ini yang tersakiti,” ucapnya.
Menurut Don, aksi mahasiswa atau kelompok masyarakat biasanya berlangsung tertib. Namun, dalam unjuk rasa belakangan ini muncul pola berbeda. Kalau mahasiswa demo, kata dia, selesai orasi pulang.
“Tapi demo kali ini ‘branded’. Ada halte dibakar. Akhirnya anggaran yang seharusnya untuk rakyat, justru dipakai memperbaiki fasilitas rusak,” tuturnya.
DPN Tani Merdeka, lanjut Don, telah menginstruksikan anggotanya di berbagai daerah untuk ikut menjaga ketertiban dan membantu aparat mencegah perusuh. Selain itu, ia meminta pemerintah bersikap tegas terhadap dalang dibalik kerusuhan tersebut.
“Jadi ini merugikan kita semua. Kita yakin, ada oknum-oknum di belakang layar yang membiayai perusuh-perusuh ini,” jelas dia.
Dalam merespons dinamika sosial terkini, Organisasi Tani Merdeka Indonesia mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya. “Setiap perbedaan pendapat harus disalurkan melalui cara-cara yang santun dan sesuai konstitusi,” ucap Don.
Ia menghargai aspirasi yang disampaikan melalui unjuk rasa, namun menekankan bahwa aksi harus dilakukan secara tertib dan damai. “Tindakan anarkis hanya akan memperburuk keadaan, merugikan masyarakat, dan mencederai tujuan mulia dari penyampaian aspirasi itu sendiri,”tambahnya. (jr)







