JAKARTA | Harian Merdeka
Aktris Aulia Sarah terbiasa menghadapi tantangan di lokasi syuting film horor. Namun, pengalaman di film terbarunya, Sengkolo Petaka Satu Suro, mengejutkan dirinya sendiri. Di hari pertama syuting, Aulia langsung menghadapi adegan paling berat yang menguras fisiknya.
Pemeran Badarawuhi ini mengungkap intensitas proses produksi film yang dijadwalkan tayang Februari 2026.
Biasanya, hari pertama syuting digunakan untuk adegan ringan atau pemanasan. Namun, sutradara Dani Saputra alias Aa Deni punya rencana berbeda. Aulia langsung diminta melakoni adegan ikonik di bawah hujan deras.
“Hari pertama langsung digeber, dikasih surprise. Kita mulai pagi, tiba-tiba ketemu pagi lagi sampai jam 3 lewat. Last scene-nya itu Rahayu melahirkan di bawah pohon sambil hujan-hujanan, terus dialognya banyak teriak-teriakan. Capek banget!” ucap Aulia saat ditemui wartawan di jakarta, jumat (16/1/2026).
Adegan berat itu membuat Aulia dan kru merasa waktu berjalan lambat. “Tenaga tuh udah sisa-sisa tapi scene-nya justru scene penting. Kita semua kayak, ‘Kok gue berasanya ini udah kayak syuting hari ke-15 ya’, padahal baru hari pertama,” tambahnya sambil tertawa.
Akibat totalitas di bawah hujan hingga dini hari, kondisi Aulia langsung drop. Esoknya, ia divonis demam dan mengalami masalah tenggorokan. Tim produksi pun panik, karena karakter Rahayu menjadi pusat cerita.
Untuk menjaga suaranya, Aulia menjalani perawatan khusus setiap hari di lokasi syuting. “Aku malah jadi kena demam terus nyerang ke tenggorokan. Agak worry juga kalau suara Rahayu hilang. Jadi tiap hari dikasih minuman-minuman herbal, ngejamu terus gue!” tuturnya.
Tantangan tak berhenti di fisik. Aulia juga menghadapi adegan teknis kompleks, termasuk pertengkaran hebat antara Rahayu dan adiknya, Ratih (Cindy Nirmala). Adegan ini menjadi golden scene dengan naskah panjang dan intensitas tinggi.
“Dialognya segambreng, ada delapan atau sembilan halaman! Shot-nya juga moving terus, benar-benar follow pemain. Itu intens banget dan naikin-turunin emosi dari yang biasa jadi tinggi terus turun lagi. Fokusnya harus bener-bener fokus banget,” jelas Aulia.
Meski menghadapi tantangan berat, Aulia menegaskan ia belum jenuh dengan genre horor. Ia merasa setiap proyek film menawarkan tantangan dan keunikan tersendiri. Di Sengkolo Petaka Satu Suro, ia harus melakukan observasi mendalam sebagai bidan desa yang mengalami tekanan psikologis hebat.
“Capek memang, tapi puas bisa memberikan performa maksimal. Sekarang, aku siap menyambut 2026 dengan beberapa proyek film baru, termasuk impian ‘iseng’ kembali menyapa penggemar lewat sinetron,” tutup Aulia. (kay)







