Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Bola & Sports · 23 Jul 2025 11:07 WIB ·

Aksi Bagi-bagi Bir di Ajang Lari Bandung


Aksi Bagi-bagi Bir di Ajang Lari Bandung Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Viral! Aksi bagi-bagi bir pada ajang lari Pocary Sweat Run Indonesia bersama komunitas free runners Bandung, pada 19 – 20 Juli, di Kota Bandung menuai kecaman masyarakat.

Salah satu influencer Aishamaharani yang fokus pada isu halal membagikan aksi bagi-bagi bir tersebut di laman instagramnya. Dalam postingannya, terlihat sejumlah orang membagi-bagikan bir tersebut. Bahkan, terdapat tulisan yaitu Hurry Up dengan gambar bir The Beers Getting Warm! Beberapa video memperlihatkan pelari tengah meminum bir.

Aksi itu dinilai melanggar peraturan daerah. Karena dibagikan bukan pada tempatnya. Terlebih, Kota Bandung gencar-gencarnya merazia peredaran minuman beralkohol di sejumlah tempat.

Terkait hal itu, Wali Kota Bandung, M Farhan  mengaku komunitas yang membagi-bagikan bir tersebut telah mendapatkan sanksi sosial. Pemerintah sendiri tidak dapat menegur langsung terhadap mereka.

“Komunitas tersebut memang tidak bisa kemudian ditegur langsung oleh pemerintah tetapi kalau saya perhatikan di sosial media tampaknya mereka sudah terkena ada terkena sanksi sosial, jadi kalau urusan komunitas selesaikan secara komunitas, tapi kan kalau kita lihat dampaknya gak ada terjaga dengan baik dan itu kan baru viralnya 2 hari setelah acara,” ujar Farhan, di Balaikota Bandung, Selasa (22/7).

Meski ikut lari, ia mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Sebab Farhan tengah fokus mengurusi dampak kemacetan yang ditimbulkan dari kegiatan lari tersebut.

 “Ya saya lihat tidak ada dampak apa-apa sih dan kita juga nggak tahu bahwa itu bir, dah lieur (pusing). Saya lebih ngurusin macet. Cuma ada satu titik. Tapi nanti kita lihat lah kan,” kata dia.

Farhan mengaku, akan segera berkoordinasi dengan komunitas tersebut. Pekan depan, Farhan akan mengevaluasi hal tersebut.

Ia menambahkan pihaknya tidak menduga bahwa pukul 04.30 WIB di Jalan Ahmad Yani sudah dipenuhi masyarakat. “Gak pernah nyangka aja, gak pernah nyangka aja Ahmad Yani di Cicadas pukul 04.30 penuh nah itu yang mesti kita evaluasi,” kata dia. (jr)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sambut Hari Bhayangkara, Kapolda Banten Pimpin Program Bedah Rumah di Kota Serang

24 Juni 2026 - 10:32 WIB

Misteri Tewasnya Siswi SMK di Alasa Talumuzoi 53 Saksi Diperiksa, Penyidik Tunggu Hasil Labfor Medan

24 Juni 2026 - 10:24 WIB

Mahakarya Messi

24 Juni 2026 - 10:16 WIB

Dorong Kemandirian Energi, Komisi VI DPR RI Kawal Program CNG di Bali

23 Juni 2026 - 13:49 WIB

Buntut Penyekapan 3 Tahun di Bandung, Rano Alfath Desak Polda Jabar Tangkap Pelaku

23 Juni 2026 - 13:45 WIB

Kasus Penyekapan Wanita di Cileunyi, Ketua Komisi III DPR Minta Tindak Tegas

22 Juni 2026 - 11:11 WIB

Trending di Kriminal