RIAU | Harian Merdeka
Upaya cepat aparat kepolisian membuahkan hasil. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kampar, Riau, berhasil mengungkap kasus pembobolan minimarket dan gerai bank milik badan usaha milik negara (BUMN) yang terjadi dalam satu malam di Desa Suka Mulya, Kecamatan Bangkinang.
Tiga orang pelaku diamankan setelah kejadian, Kamis (18/12/2025). Mereka masing-masing berinisial Dedi Kusuma Wijaya alias Pak Dewa (52), Ade Indra Saputra (33), dan Abadi Sinuraya (30). Ketiganya diduga terlibat langsung dalam aksi pencurian yang merugikan dua lokasi berbeda tersebut.
“Kejadian berlangsung di Desa Suka Mulya. Ketiga pelaku berhasil kami tangkap dalam waktu kurang dari 12 jam,” ujar Kepala Satreskrim Polres Kampar AKP Gian Wiatma Jonimandala, Jumat (19/12/2025).
Menurut Gian, aksi pencurian pertama terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.28 WIB. Para pelaku membobol sebuah gerai bank pelat merah dan mengambil satu unit printer. Akibat kejadian itu, pihak bank mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp 4,5 juta.
Tidak lama berselang, sekitar pukul 02.48 WIB, pelaku kembali beraksi dengan menyasar sebuah minimarket di lokasi yang sama. Dalam kejadian tersebut, pelaku menggasak seluruh rokok yang berada di etalase serta satu unit sepeda motor milik toko. Kerugian yang dialami pihak minimarket diperkirakan mencapai Rp 50 juta.
Kedua korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Kampar. Menindaklanjuti laporan, petugas segera melakukan penyelidikan dengan memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) dan meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.
Dari hasil penyelidikan awal, petugas memperoleh informasi bahwa para pelaku berada di sekitar Simpang Desa Sei Jernih, Kecamatan Bangkinang. Saat didatangi, polisi mendapati empat pria berada di sebuah warung. Namun, satu orang berhasil melarikan diri, sementara tiga lainnya diamankan.
“Para pelaku sempat mencoba melarikan diri. Tiga orang berhasil kami amankan, sedangkan satu pelaku lainnya berinisial Roy melarikan diri dan saat ini masih dalam pengejaran,” ujar Gian.
Dalam pemeriksaan awal, polisi mengungkap bahwa Dedi Kusuma diduga menjadi otak dari aksi pencurian tersebut. Ia bersama rekannya melakukan pembobolan dengan menggunakan linggis dan besi panjang. Dedi juga diketahui merupakan residivis dengan kasus serupa.
Saat ini, ketiga pelaku beserta barang bukti telah dibawa ke Polres Kampar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kepolisian masih melakukan pengembangan guna memburu pelaku lain yang belum tertangkap.(Fj)







