PANDEGLANG | Harian Merdeka
Banjir akibat intensitas curah hujan tinggi melanda tujuh kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Banten, sejak Sabtu (24/5) hingga Senin malam (26/5/2025). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang melakukan patroli dan pemantauan dengan menggunakan perahu karet untuk memastikan kondisi warga yang terdampak serta perkembangan ketinggian air di lapangan.
Sekretaris BPBD Pandeglang, Nana Mulyana, menyebutkan bahwa banjir telah merendam permukiman dan fasilitas umum di tujuh kecamatan, yaitu Cisata, Sobang, Patia, Angsana, Sukaresmi, Pagelaran, dan Munjul. Tercatat sekitar 1.920 kepala keluarga (KK) terdampak dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 200 sentimeter, bahkan mencapai 2,5 meter di beberapa wilayah.
Kepala BPBD Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, melaporkan bahwa meski banjir merendam tujuh kecamatan, tidak ada warga yang mengungsi karena mereka memilih bertahan di rumah masing-masing dan tetap melakukan aktivitas sehari-hari. “Alhamdulillah pengungsi tidak ada, mereka masih bertahan di rumah, masih bisa melaksanakan aktivitas apa pun,” ujarnya di Kecamatan Sobang, Selasa (27/5).
Dari tujuh kecamatan tersebut, banjir di empat kecamatan mulai surut, yaitu di Kecamatan Munjul, Labuan, Angsana, Sobang, Sukaresmi, dan Cisata. Namun Kecamatan Patia masih menjadi wilayah dengan ketinggian air paling tinggi dan terus meningkat. Kecamatan Patia menjadi perhatian khusus karena merupakan daerah hilir dari beberapa sungai yang meluap, sehingga banjir masuk lebih dalam ke permukiman warga.
Selain itu, beberapa wilayah di Kecamatan Angsana juga mengalami banjir parah. Kampung Cikayas di Desa Cikayas, Angsana, terendam banjir dengan ketinggian antara 2 sampai 2,5 meter akibat luapan Sungai Cielor. Sebanyak 200 KK di kawasan tersebut terdampak dengan kerugian signifikan karena barang-barang elektronik dan kendaraan banyak yang terendam air.
BPBD Pandeglang telah menurunkan tim untuk memantau dan mendistribusikan bantuan logistik ke wilayah yang akses jalannya terdampak banjir, seperti di Desa Ciawi dan Babakan Keusik, Kecamatan Patia, yang sempat terisolasi karena tergenang air.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan pinggir sungai, untuk tetap waspada karena potensi hujan deras masih ada. Warga diminta selalu mengikuti informasi terbaru dan menjaga keselamatan diri dan keluarganya. (Hab)







