Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Daerah · 28 Mei 2025 11:09 WIB ·

Banjir Melanda 7 Kecamatan di Pandeglang


Banjir Melanda 7 Kecamatan di Pandeglang Perbesar

PANDEGLANG | Harian Merdeka

Banjir akibat intensitas curah hujan tinggi melanda tujuh kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Banten, sejak Sabtu (24/5) hingga Senin malam (26/5/2025). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang melakukan patroli dan pemantauan dengan menggunakan perahu karet untuk memastikan kondisi warga yang terdampak serta perkembangan ketinggian air di lapangan.

Sekretaris BPBD Pandeglang, Nana Mulyana, menyebutkan bahwa banjir telah merendam permukiman dan fasilitas umum di tujuh kecamatan, yaitu Cisata, Sobang, Patia, Angsana, Sukaresmi, Pagelaran, dan Munjul. Tercatat sekitar 1.920 kepala keluarga (KK) terdampak dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 200 sentimeter, bahkan mencapai 2,5 meter di beberapa wilayah.

Kepala BPBD Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, melaporkan bahwa meski banjir merendam tujuh kecamatan, tidak ada warga yang mengungsi karena mereka memilih bertahan di rumah masing-masing dan tetap melakukan aktivitas sehari-hari. “Alhamdulillah pengungsi tidak ada, mereka masih bertahan di rumah, masih bisa melaksanakan aktivitas apa pun,” ujarnya di Kecamatan Sobang, Selasa (27/5).

Dari tujuh kecamatan tersebut, banjir di empat kecamatan mulai surut, yaitu di Kecamatan Munjul, Labuan, Angsana, Sobang, Sukaresmi, dan Cisata. Namun Kecamatan Patia masih menjadi wilayah dengan ketinggian air paling tinggi dan terus meningkat. Kecamatan Patia menjadi perhatian khusus karena merupakan daerah hilir dari beberapa sungai yang meluap, sehingga banjir masuk lebih dalam ke permukiman warga.

Selain itu, beberapa wilayah di Kecamatan Angsana juga mengalami banjir parah. Kampung Cikayas di Desa Cikayas, Angsana, terendam banjir dengan ketinggian antara 2 sampai 2,5 meter akibat luapan Sungai Cielor. Sebanyak 200 KK di kawasan tersebut terdampak dengan kerugian signifikan karena barang-barang elektronik dan kendaraan banyak yang terendam air.

BPBD Pandeglang telah menurunkan tim untuk memantau dan mendistribusikan bantuan logistik ke wilayah yang akses jalannya terdampak banjir, seperti di Desa Ciawi dan Babakan Keusik, Kecamatan Patia, yang sempat terisolasi karena tergenang air.

Pihak BPBD mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan pinggir sungai, untuk tetap waspada karena potensi hujan deras masih ada. Warga diminta selalu mengikuti informasi terbaru dan menjaga keselamatan diri dan keluarganya. (Hab)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Integrasikan Pengolahan Sampah, Pemkot dan Pemkab Bogor Percepat Pembangunan PSEL

14 Juli 2026 - 13:18 WIB

Wakil Ketua KATAR Kecamatan Benda Mendesak Kaunang “Tinjau Alun-alun”

9 Juli 2026 - 14:25 WIB

Pemkab Bogor Tertibkan 103 Bangunan Liar di Ciseeng, 92 Dibongkar Mandiri

9 Juli 2026 - 14:17 WIB

PT INDAH KIAT PULP & PAPER TBK. TANGERANG MILL SALURKAN BANTUAN 35.000 MASKER UNTUK PENANGANAN KEBAKARAN TPA JATIWARINGIN

8 Juli 2026 - 12:59 WIB

Kapolda Banten Pastikan Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin Berjalan Optimal

7 Juli 2026 - 16:22 WIB

Aktivis Desak Wali Kota Tangerang, “Copot” Jabatan Pelaku Maladministrasi Struk BBM Perjalanan Dinas.

6 Juli 2026 - 15:02 WIB

Trending di Daerah