Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 10 Mar 2026 15:04 WIB ·

Bapanas Jelaskan Soal Indeks Harga Pangan: Kenaikan Tak Selalu Berarti Melebihi Batas


Bapanas Jelaskan Soal Indeks Harga Pangan: Kenaikan Tak Selalu Berarti Melebihi Batas Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di sejumlah daerah menjelang Hari Raya Idulfitri tidak selalu menunjukkan harga pangan telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) atau Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menjelaskan IPH pada dasarnya menggambarkan arah pergerakan harga dibandingkan periode sebelumnya, baik mengalami kenaikan maupun penurunan. Karena itu, kenaikan indeks tidak otomatis menandakan harga komoditas sudah melampaui batas yang ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, hasil pemantauan di lapangan masih menunjukkan sejumlah kabupaten dan kota mencatat harga komoditas pangan di bawah HAP maupun HET.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada pekan pertama Maret 2026 mencatat sebagian besar daerah masih berada di bawah harga acuan. Pada komoditas cabai rawit, misalnya, sekitar 31,9 persen kabupaten/kota tercatat memiliki harga di atas HAP, sementara sekitar 68,1 persen lainnya masih berada di bawah acuan.

Untuk cabai merah keriting, hanya sekitar 3,89 persen daerah yang mencatat harga di atas HAP. Sementara mayoritas wilayah atau sekitar 96,11 persen masih berada di bawah harga acuan. Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas bawang merah dan bawang putih yang sebagian besar daerahnya masih mencatat harga di bawah HAP.

Pada komoditas protein hewani, harga daging ayam ras tercatat berada di atas HAP di sekitar 15,56 persen wilayah. Sedangkan lebih dari 84 persen daerah masih berada di bawah harga acuan. Sementara itu, harga telur ayam ras yang berada di atas HAP tercatat di sekitar 9,33 persen daerah.

Untuk komoditas lain seperti gula konsumsi dan minyak goreng bersubsidi Minyakita, sebagian besar wilayah juga masih mencatat harga di bawah HAP maupun HET.

Sementara itu, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengingatkan pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan harga menjelang Idulfitri karena permintaan masyarakat biasanya meningkat pada periode tersebut.

Ia meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk memperkuat pemantauan di pasar rakyat serta jalur distribusi guna mengantisipasi potensi kenaikan harga.

Sebelumnya, Menteri Pertanian yang juga menjabat Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menyatakan pasokan dan harga pangan nasional menjelang bulan puasa dan Idulfitri secara umum masih dalam kondisi relatif stabil. Pemerintah, menurutnya, terus memperkuat distribusi dan pengawasan di berbagai daerah guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan. (Fj)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dampak PIK 2: Ratusan Hektar Sawah Rusak, Pekerja Pakuhaji Ngadu ke DPR

10 April 2026 - 11:36 WIB

Prabowo Instruksikan Pembangunan 100 Kampung Nelayan Target Mei 2026 Selesai

8 April 2026 - 16:04 WIB

BPJPH Dorong Disiplin dan Produktivitas Pegawai dalam Skema WFH

7 April 2026 - 16:33 WIB

Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.995 per Dolar AS pada Perdagangan Pagi

6 April 2026 - 11:11 WIB

Usulan WFH Karyawan Swasta Dinilai Dapat Kurangi Konsumsi BBM

2 April 2026 - 15:15 WIB

KKP Siapkan Proyek Tambak Udang Terintegrasi Rp7,2 Triliun di NTT

2 April 2026 - 13:00 WIB

Trending di Ekbis