SURABAYA | Harian Merdeka
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan akan membentuk pasukan khusus untuk mengatasi praktik premanisme di Kota Surabaya. Langkah tersebut diambil menyusul mencuatnya kasus kekerasan yang dialami seorang perempuan lanjut usia bernama Elina Widjajanti (80), yang peristiwanya viral di media sosial dan memicu keprihatinan publik.
Eri menegaskan bahwa tindakan kekerasan dan pengusiran terhadap warga tidak dapat dibenarkan dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Ia menyampaikan bahwa kasus yang menimpa Elina harus diselesaikan secara tuntas agar memberikan rasa keadilan serta keamanan bagi masyarakat.
“Kasus ini sudah ditangani Polda Jawa Timur. Nanti insya Allah saya akan ke Polda agar menjadi atensi, agar masalah ini cepat selesai sehingga ada kepercayaan, ada rasa aman bagi warga Surabaya,” ujar Eri.
Ia menjelaskan, pasukan khusus yang akan dibentuk tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya kembali aksi premanisme dan tindakan sewenang-wenang yang merugikan masyarakat. Eri menyebut, pasukan ini akan melibatkan berbagai unsur, termasuk aparat keamanan serta elemen masyarakat, agar pengawasan dan penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh.
Menurut Eri, upaya tersebut tidak hanya bersifat penindakan, tetapi juga pencegahan jangka panjang. Pemerintah Kota Surabaya, kata dia, ingin memastikan bahwa tidak ada lagi warga yang merasa terintimidasi atau takut akibat tindakan kelompok tertentu.
Selain membentuk pasukan khusus, Eri juga berencana mengundang para ketua organisasi kemasyarakatan serta tokoh masyarakat di Surabaya. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat komunikasi dan menjaga kondusivitas sosial, sekaligus menegaskan bahwa penyelesaian persoalan harus ditempuh melalui jalur hukum.
Eri mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak bertindak sendiri. Ia meminta warga mempercayakan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada aparat, serta bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan di Kota Surabaya.(Fj)







