Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 14 Mei 2025 13:09 WIB ·

FORHATI dan KAHMI Tanam 2.000 Mangrove di Tangerang, Peringati Hari Bumi 2025


FORHATI dan KAHMI Tanam 2.000 Mangrove di Tangerang, Peringati Hari Bumi 2025 Perbesar

KAB TANGERANG | Harian Merdeka


Bupati Tangerang bersama Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Nasional dan Majelis Daerah Korps Alumni HMI (MD KAHMI) Kabupaten Tangerang melaksanakan penanaman 2.000 bibit mangrove dan pelepasan bibit kepiting tapal kuda di kawasan Ketapang Urban Aquaculture, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, pada Senin (12/5/25).


Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen FORHATI dan KAHMI dalam pelestarian lingkungan pesisir, penguatan ekosistem laut, serta kontribusi terhadap pengendalian perubahan iklim dan ketahanan pangan lokal.


Koordinator Presidium FORHATI Nasional, Yunda Hj. Jamilah Abdul Gani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional FORHATI Peduli Lingkungan.
“Mangrove adalah penyangga penting bagi ekosistem pesisir dan rumah bagi keanekaragaman hayati. Begitu juga kepiting tapal kuda yang merupakan spesies langka dan penting secara ekologis,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Presidium MD KAHMI Kabupaten Tangerang, SM Agustin Hari Mahardika yang juga menjabat sebagai Kabid DLHK Kabupaten Tangerang, memandu langsung kegiatan sambil memperkenalkan jenis-jenis mangrove yang ditanam.


“Kegiatan ini adalah upaya membangun kesadaran generasi muda dan masyarakat pesisir tentang pentingnya menjaga lingkungan. Kami ingin menjadi bagian dari solusi atas krisis ekologi,” ungkapnya.
Kegiatan itu juga menjadi sarana edukatif yang melibatkan pelajar, mahasiswa, komunitas lingkungan, kelompok masyarakat pesisir, serta unsur pemerintah daerah.


Antusiasme peserta mencerminkan meningkatnya kepedulian publik terhadap pentingnya rehabilitasi kawasan pesisir demi keberlanjutan lingkungan hidup.
“FORHATI dan KAHMI berharap kegiatan ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk berkontribusi aktif dalam gerakan penghijauan dan pelestarian laut sebagai warisan masa depan,” pungkas Hari Mahrdika.


Sementara itu, Bupati Maesyal mengatakan penanaman 2.000 mangrove dan pelepasan mimi ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Bumi Tahun 2025 yang mengambil tema “Our Power, Our Planet” atau “Kekuatan Kita, Planet Kita”.
“Tema peringatan Hari Bumi tahun ini yaitu “Our Power, Our Planet” atau “Kekuatan Kita, Planet Kita”, merupakan ajakan reflektif yang sangat relevan dengan tantangan zaman. Perubahan iklim, kerusakan ekosistem, dan bencana alam yang makin sering terjadi, tidak bisa kita anggap enteng,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.


Menurut dia, pencegahan dan penanggulangan kerusakan ekosistem memerlukan sinergitas dan kolaborasi aktif seluruh komponen yang lintas sektor, bukan hanya pemerintah, tapi juga seluruh elemen masyarakat termasuk akademisi maupun pemerhati lingkungan dan organisasi kemasyarakatan.
“FORHATI Nasional yang telah menggagas kegiatan penanaman mangrove ini merupakan bukti nyata bahwa kolaborasi antara komunitas, masyarakat, dan pemerintah bisa melahirkan inisiatif yang berdampak besar bagi kelestarian alam,” tandasnya.


Dia juga menjelaskan bahwa Kabupaten Tangerang memiliki kawasan pesisir yang cukup luas, terutama di wilayah utara seperti, Mauk, Teluk Naga, Kronjo, Pakuhaji, dan sekitarnya. Wilayah pesisir ini memiliki fungsi ekologis yang sangat penting, mulai dari pelindung alami terhadap abrasi, tempat hidup berbagai biota laut, hingga penyangga kehidupan masyarakat nelayan.


Menurut dia, kegiatan tersebut bukan hanya soal menanam pohon, tetapi tentang menanam harapan untuk anak cucu kita, untuk ekonomi berkelanjutan, dan untuk bumi yang yang kita cintai lebih sehat.
“Penanaman mangrove adalah langkah strategis yang sejalan dengan upaya kita menjaga keseimbangan ekosistem, memperkuat ketahanan wilayah pesisir, serta memberdayakan masyarakat sekitar melalui pendekatan ekonomi hijau,” jelasnya.


Dia mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi langkah strategis yang dilakukan FORHATI dan KAHMI untuk terus mendorong KUA sebagai salah satu kawasan percontohan dalam pelestarian ekosistem pesisir berbasis partisipasi masyarakat.


“Saya mengucapkan terima kasih dan sangat mengapresiasi FORHATI Nasional serta Majelis Daerah KAHMI Kabupaten Tangerang atas kolaborasi dan inisiatif luar biasa ini. Semoga menjadi inspirasi bagi komunitas-komunitas lainnya,” ucapnya.


Pihaknya juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan salah satu misi Pembangunan Daerah Kabupaten Tangerang, yaitu mewujudkan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
“Saya mengajak semua pihak untuk menjadikan kegiatan hari ini bukan sekadar simbolis, tetapi gerakan nyata yang berkelanjutan. Mari kita rawat bersama, kita kawal pertumbuhannya, dan kita edukasi masyarakat sekitar agar semakin peduli terhadap lingkungan,” pungkasnya. (dam)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pengamat : Polemik Ijazah Jokowi Biarkan Berlalu, Jangan Jadi Mesin Kegaduhan

18 April 2026 - 20:26 WIB

Dukung Prabowo Fokuskan MBG Untuk Anak Kurang Gizi dan Keluarga Tak Mampu, Ketua Umum APKLI-P Desak KPK Periksa Dugaan Korupsi BGN

18 April 2026 - 20:09 WIB

Komdigi Pastikan PP Tunas untuk Lindungi Anak dari Risiko Digital

17 April 2026 - 12:14 WIB

Salak Heritage Club Sambangi MPR RI, Bahas Pelestarian Sejarah

16 April 2026 - 12:11 WIB

Waspada Penipuan, Dirlantas Polri Pastikan Pemutihan Pajak Motor 2026 Gratis Hoaks

16 April 2026 - 11:54 WIB

Jatuh Korban Jiwa di Proyek Karian Dam-Serpong Water, BCW : Usut Tuntas

15 April 2026 - 12:51 WIB

Trending di Nasional