JAKARTA | Harian Merdeka
Harapan Indonesia untuk mempertahankan peluang emas pada nomor bulutangkis beregu putri SEA Games 2025 kembali tertekan setelah tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung gagal meraih kemenangan pada partai ketiga. Gregoria menyerah dari pemain senior Thailand, Ratchanok Intanon, sehingga Indonesia tertinggal 1-2 dalam laga final yang berlangsung di Thammasat University Rangsit Campus, Pathum Thani, Rabu (10/12).
Thailand memimpin setelah Gregoria tak mampu keluar dari tekanan. Pada gim pertama, ia tertinggal jauh 1-7 dan masuk interval dengan skor 2-11. Ratchanok terus mendominasi hingga menutup gim pembuka dengan 21-7. Upaya Gregoria untuk bangkit di gim kedua tidak membuahkan hasil. Meski sempat menyamakan kedudukan 4-4, ia kembali tertinggal pada interval 7-11 dan akhirnya takluk 15-21.
Kekalahan Gregoria membuat posisi Indonesia sulit setelah sebelumnya memenangkan dan kehilangan satu partai. Pada laga pertama, Putri Kusuma Wardani tampil gemilang dengan mengalahkan Pornpawee Chochuwong dan membawa Indonesia unggul 1-0. Namun, keunggulan itu sirna setelah pasangan ganda putri Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dikalahkan duo Thailand, Benyapa Aimsard/Supissara Paewsampran, sehingga skor kembali imbang 1-1.
Indonesia kini berharap pada partai berikutnya yang mempertemukan pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari melawan pasangan Thailand, Ornnicha Jongsathapornparn/Jhenicha Sudjaipraparat. Laga ini menjadi krusial untuk menjaga peluang Indonesia sebelum memasuki partai kelima bila diperlukan.
Pertandingan final beregu putri ini akan menentukan dominasi kedua negara yang selama ini saling bersaing di level Asia Tenggara. Hingga berita ini diturunkan, duel masih berlangsung. (dts/Fj)







