Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Pemerintahan · 30 Agu 2024 11:03 WIB ·

Jokowi Ditinggal Ramai-ramai?


Jokowi Ditinggal Ramai-ramai? Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan terkait pernyataannya ditinggal ramai-ramai saat memberikan sambutan di Kongres NasDem beberapa waktu lalu.  Jokowi langsung membantah.

Menurutnya, gotong-royong dari seluruh masyarakat sangat diperlukan. Bukan cuma ramai-ramai karena ingin senangnya saja.

“Enggak, yang saya maksud bahwa kegotong-royongan seluruh masyarakat itu sangat diperlukan. Jangan kalau pas ada senang ramai-ramai, tapi begitu ada banyak masalah, tidak ramai-ramai lagi,” ujar Jokowi usai meresmikan Bendungan Leuwikeris, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (29/8).

“Semuanya mestinya gotong-royong, diselesaikan bersama-sama, dicarikan solusinya bersama-sama,” sambungnya.

Ia pun memaparkan bahwa ketika datang dan pergi meski harus beramai-ramai. “Gini, jadi datang ramai-ramai, ya kan? Perginya juga ramai-ramai,” jelas Jokowi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Kongres III Partai NasDem di Balai Sidang Jakarta (JCC), Jakarta, Minggu (26/8) malam.

Dalam sambutannya, Jokowi menyinggung ada pihak yang meninggalkannya jelang akhir masa jabatan sebagai presiden. “Biasanya datang itu ramai-ramai, terakhir begitu mau pergi, ditinggal ramai-ramai,” tutur Jokowi.

Meski begitu, Jokowi yakin NasDem yang dipimpin Surya Paloh tidak akan meninggalkannya. Dia percaya NasDem konsisten mendukung pemerintahannya sejak awal hingga akhir.

“Saya yakin itu tidak dengan bapak Surya Paloh, tidak dengan Bang Surya, dan tidak juga dengan NasDem,” ujar Jokowi.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi menjelaskan maksud ucapan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang merasa ada pihak yang meninggalkannya jelang akhir masa jabatan. Hasan mengatakan ucapan Jokowi merupakan jokes atau candaan politik.

Menurut dia, hal tersebut bukan berarti Jokowi mengatakan ada pihak yang meninggalkannya. Hasan menyebut hubungan Jokowi dan para ketua umum partai politik pendukungnya masih baik.

“Ya, menurut kami itu bukan berarti Pak Presiden mengatakan ada yang meninggalkan beliau, tapi lebih kepada melempar jokes segar dalam politik,” ucap Hasan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (27/8).

Dia mengatakan, ucapan yang disampaikan Jokowi di acara Kongres III Partai NasDem bukan diartikan bahwa partai tersebut meninggalkan Jokowi. Ucapan itu, kata Hasan, juga akan disampaikan Jokowi apabila menghadiri acara partai politik lain.

“Jadi itu lebih kepada jokes-jokes segar dalam politik saja. Jadi tidak ada maksud yang seperti dibayangkan oleh teman-teman seperti itu,” tuturnya. (jr)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kepala Satpol PP Dahlan : Pemkot Tangsel Berantas Barang Ilegal Lindungi Masyarakat

22 April 2026 - 12:37 WIB

Ka. Lapas Kelas IIB Gunungsitoli Serahkan SK Kenaikan Pangkat kepada 21 ASN

22 April 2026 - 11:14 WIB

Soal Anggaran Pengadaan IT Rp 1,2 Triliun, kepala BGN Dadan Hidayan Pastikan Transparan

21 April 2026 - 16:57 WIB

Jalan Desa Puluhan Tahun Rusak, Kini Mulus Berkat Program Bang Andra

21 April 2026 - 12:21 WIB

Perketat Kawasan Hukum dan Pengelolaan Anggaran Pemkot Tangsel Gandeng Kejari

17 April 2026 - 12:04 WIB

Sekda Bambang : Pemkot Tangsel Borong BUMD Award 2026 Predikat Bintang 5

14 April 2026 - 16:54 WIB

Trending di Pemerintahan