Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 22 Jan 2026 15:31 WIB ·

Kualitas Rumah Subsidi Masih Buruk, Pemerintah Jangan Abaikan Masyarakat Sebagai Konsumen


Kualitas Rumah Subsidi Masih Buruk, Pemerintah Jangan Abaikan Masyarakat Sebagai Konsumen Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Kurangnya minat masyarakat terhadap perumahan subsidi saat ini karena masih banyak masyarakat yang khawatir dengan kondisi bangunan yang kurang memperhatikan kualitasnya.

Hal ini disampaikan Pengamat kebijakan publik dan hukum Universitas Trisakti Trubus Rahadiansah kepada Harian Merdeka, Rabu (21/1/2026).

Trubus menjelaskan bahwa pemerintah harus mengawasi semua proyek perumahan subsidi untuk menjaga kualitas bangunan agar tidak merugikan konsumen yang ingin mengambil rumah.

“Semua proyek perumahan subsidi harus diawasi agar kualitas bangunan tetap terjaga dan tidak rugikan konsumen atau masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, dia mengungkapkan bahwa perumahan subsidi juga kurang diminati karena banyak akses jalan yang sulit ditempuh saat menuju lokasi perumahan subsidi tersebut.

” Akses jalan yang sulit saat menuju lokasi perumahan subsidi, jadi itu faktor alasan masyarakat tidak mau ambil rumah subsidi,” ujarnya.

Perumahan subsidi harus menjadi perhatian pemerintah agar masyarakat banyak yang minat untuk ambil rumah subsidi tersebut .

Tak hanya itu, lokasi perumahan yang rawan banjir juga salah satu minat masyarakat untuk memilih rumah subsidi.

” Lokasi banjir juga perlu diperhatikan karena banyak rumah subsidi yang berada di lokasi rawa banjir, ” ujarnya.

Seperti diketahui, Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) mengungkapkan rencana pelaksanaan akad massal rumah subsidi sebanyak 133.000 unit pada 2026. Akad massal akan digelar dalam dua tahap di lokasi berbeda. Tahap pertama direncanakan berlangsung di Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Juli 2026.
“Yang di Batang, bulan Juli jumlahnya 62.000,” kata Ara.

Ara juga meminta BP Tapera dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) menyiapkan dukungan sejak awal agar pelaksanaan akad massal berjalan lancar. Tahap kedua direncanakan pada Desember 2026 di Jawa Timur dengan target 71.000 unit.(Agus).

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pengamat : Polemik Ijazah Jokowi Biarkan Berlalu, Jangan Jadi Mesin Kegaduhan

18 April 2026 - 20:26 WIB

Dukung Prabowo Fokuskan MBG Untuk Anak Kurang Gizi dan Keluarga Tak Mampu, Ketua Umum APKLI-P Desak KPK Periksa Dugaan Korupsi BGN

18 April 2026 - 20:09 WIB

Komdigi Pastikan PP Tunas untuk Lindungi Anak dari Risiko Digital

17 April 2026 - 12:14 WIB

Salak Heritage Club Sambangi MPR RI, Bahas Pelestarian Sejarah

16 April 2026 - 12:11 WIB

Waspada Penipuan, Dirlantas Polri Pastikan Pemutihan Pajak Motor 2026 Gratis Hoaks

16 April 2026 - 11:54 WIB

Jatuh Korban Jiwa di Proyek Karian Dam-Serpong Water, BCW : Usut Tuntas

15 April 2026 - 12:51 WIB

Trending di Nasional