Menu

Mode Gelap
Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi Isra Miraj Jadi Momentum Pertobatan Ekoteologis, Menag Ajak Umat Berhenti Merusak Alam

Ekbis · 18 Feb 2026 13:29 WIB ·

Laba Menyusut di Tengah Subsidi Triliunan, Ada Apa dengan Transjakarta?


Laba Menyusut di Tengah Subsidi Triliunan, Ada Apa dengan Transjakarta? Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Peristiwa kecelakaan maut yang melibatkan bus Transjakarta di Jalan Margasatwa Raya, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Kamis (12/2/2026) siang memicu keprihatinan mendalam.

Seorang pejalan kaki berinisial S (27) dilaporkan meninggal dunia di tempat kejadian setelah terlindas armada bus milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut.

Tragedi ini tidak hanya memicu sorotan pada aspek keselamatan penumpang dan pejalan kaki, tetapi juga mengungkap kinerja keuangan PT Transportasi Jakarta yang dinilai memprihatinkan.

Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, SE., menilai peristiwa ini menjadi momentum refleksi menyeluruh atas pengelolaan transportasi publik ibu kota.

Uchok memaparkan data laba komprehensif Transjakarta tahun 2024 hanya mencapai Rp197 miliar, menyusut jauh dibanding laba 2022 sebesar Rp342 miliar dan laba 2021 senilai Rp280 miliar.

“Padahal subsidi dari APBD DKI Jakarta pada 2024 jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tetapi labanya justru minimal,” ujar Uchok, Senin (16/2/2026).

Data menunjukkan subsidi pada 2021 sebesar Rp2,7 triliun dengan laba Rp280 miliar, sedangkan subsidi 2024 naik menjadi Rp3,6 triliun namun laba justru turun ke angka Rp197 miliar.

Kondisi subsidi tinggi dengan laba minimal ini dianggap sebagai sinyal merah yang memerlukan perhatian serius dari aparat penegak hukum demi transparansi pajak masyarakat.

Uchok Sky Khadafi secara tegas meminta Kejaksaan Agung melakukan penyelidikan terhadap kinerja keuangan Transjakarta guna memastikan tidak adanya penyimpangan dalam pengelolaan anggaran negara.

Langkah penyelidikan tersebut dianggap krusial untuk memperbaiki tata kelola transportasi Jakarta sekaligus menuntut tanggung jawab penuh atas keselamatan layanan di tengah duka korban jiwa. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tembus Rp3,047 Juta, Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Rp8.000

10 Maret 2026 - 15:07 WIB

Bapanas Jelaskan Soal Indeks Harga Pangan: Kenaikan Tak Selalu Berarti Melebihi Batas

10 Maret 2026 - 15:04 WIB

Hotel Santika Premiere Bintaro Beri Kejutan Kuliner Lewat Promo Spesial Maret

10 Maret 2026 - 11:17 WIB

KPPU: Kami Tidak Akan Segan Beri Sanksi Jika Ada Permainan Harga Tiket Pesawat

9 Maret 2026 - 15:23 WIB

Momen Humanis: Respons Santai Menkeu Purbaya Saat Diteriaki ‘Minta THR’ oleh Pedagang Tanah Abang

9 Maret 2026 - 15:19 WIB

Bukan Marah, Begini Jawaban Santai Menkeu Purbaya Saat Ditagih THR oleh Pedagang Tanah Abang

9 Maret 2026 - 15:14 WIB

Trending di Ekbis