Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 7 Jul 2026 11:07 WIB ·

Marak OTT Kepala Daerah, Waketum Golkar: Kita Sudah di Tahap Darurat Korupsi


Marak OTT Kepala Daerah, Waketum Golkar: Kita Sudah di Tahap Darurat Korupsi Perbesar

Jakarta | Harian Merdeka

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyatakan Indonesia telah memasuki tahap darurat korupsi, didorong oleh maraknya operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah.

Doli menilai, fenomena ini bukan indikator keberhasilan pemberantasan korupsi, melainkan tanda sistem rekrutmen dan pengawasan yang gagal mencegah praktik suap dan penyalahgunaan wewenang.

Ketua Komisi II DPR RI periode 2019-2024 itu mempertanyakan rasa takut dan tanggung jawab para pejabat yang terus mengulangi kesalahan yang sama, bahkan setelah banyak kasus serupa terungkap.

Menurutnya, penindakan semata tidak cukup—perlu evaluasi menyeluruh terhadap regulasi dan pembangunan budaya anti-korupsi yang menyeluruh.

“Lagi-lagi kita semua harus prihatin, sangat-sangat prihatin. Saya kira kita sudah sampai pada tahap situasi darurat korupsi,” kata Doli dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).

“Berbagai peristiwa yang sama yang menimpa para kepala daerah sebelumnya ternyata tidak dijadikan pelajaran yang cukup berharga. Apa sudah tidak ada lagi rasa takut dan malu? Atau sudah kehilangan sensitivitas dan lupa akan tanggung jawab kepada rakyat? Ini problem yang sangat serius,” terangnya.

Atas kondisi tersebut, Doli menilai sudah saatnya dilakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap sistem politik, khususnya mekanisme rekrutmen dan pencalonan kepala daerah.

“Mungkin saat inilah kita semua sudah harus mengevaluasi total sistem rekrutmen dan pencalonan kepala daerah dengan sangat sungguh-sungguh,” tegasnya.

Doli menekankan bahwa indikator keberhasilan pemberantasan korupsi seharusnya bukan jumlah pejabat yang ditangkap, melainkan tercapainya situasi nol korupsi.

Ia menyerukan reformasi sistemik yang tidak hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga memperbaiki struktur regulasi yang membuka celah bagi korupsi, sekaligus membangun kesadaran hukum di masyarakat.

Pernyataannya muncul menyusul penangkapan Bupati Langkat Syah Afandin oleh KPK pada awal Juli 2026, yang diduga menerima suap terkait proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.

KPK juga mengamankan tujuh orang lainnya, termasuk penyelenggara negara dan pihak swasta dari Kabupaten Langkat, Binjai, dan Medan, serta menyita ratusan juta rupiah dan puluhan kilogram platinum sebagai barang bukti. Syah Afandin kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sekjen Golkar M. Sarmuji Tekankan Pentingnya Adaptasi bagi Kader Muda AMPG di Era Digital

13 Juli 2026 - 12:30 WIB

Sebut PBNU Perlu Perubahan, Cak Imin Dorong Munculnya Sosok Ketua Umum Baru

13 Juli 2026 - 12:27 WIB

Potret Kebersamaan Kapolri, Jaksa Agung, hingga Kepala BIN di Hari Koperasi ke-79

13 Juli 2026 - 12:05 WIB

Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia

10 Juli 2026 - 13:31 WIB

PDIP Pilih Jadi Penyeimbang, Sekjen Golkar: Silakan, Nanti Rakyat yang Menilai!

9 Juli 2026 - 14:10 WIB

PSI Tangsel Bergabungnya Narji Cagur Tambah Kekuatan di Masyarakat

9 Juli 2026 - 12:12 WIB

Trending di Politik