Menu

Mode Gelap
Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi Isra Miraj Jadi Momentum Pertobatan Ekoteologis, Menag Ajak Umat Berhenti Merusak Alam

Nasional · 15 Des 2025 12:20 WIB ·

Pemerintah Tetapkan 14 Desember sebagai Hari Sejarah Nasional


Pemerintah Tetapkan 14 Desember sebagai Hari Sejarah Nasional Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia resmi menetapkan 14 Desember sebagai Hari Sejarah. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kebudayaan RI Nomor 206/M/2025 yang ditandatangani pada 8 Desember 2025.

Penetapan Hari Sejarah ini berangkat dari usulan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI), organisasi profesi yang menaungi sejarawan, akademisi, peneliti, pendidik sejarah, serta pemerhati sejarah di Indonesia. MSI didirikan di Yogyakarta pada 29 Agustus 1970 dan selama ini berperan aktif dalam pengembangan kajian sejarah, pendidikan sejarah, serta penguatan kesadaran historis di tengah masyarakat.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengatakan, penetapan Hari Sejarah Nasional merupakan bagian dari upaya negara membangun pemahaman sejarah dengan pendekatan Indonesia-sentris, yakni menempatkan bangsa Indonesia sebagai subjek utama dalam penulisan dan pemaknaan sejarahnya sendiri.

“Penetapan Hari Sejarah merujuk pada peristiwa Seminar Sejarah Nasional yang berlangsung pada 14–17 Desember 1957 di Universitas Gadjah Mada. Pada saat itu, Indonesia yang baru merdeka tengah melakukan konsolidasi nasional sekaligus mulai menuliskan sejarahnya sendiri dengan perspektif Indonesia-sentris,” ujar Fadli dalam keterangannya, Senin (15/12/2025).

Menurut Fadli, penetapan ini juga mencerminkan komitmen Kementerian Kebudayaan sebagai kementerian yang berdiri secara tunggal dan mandiri di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memberikan pengakuan terhadap peristiwa-peristiwa sejarah yang memiliki makna strategis bagi perjalanan bangsa.

Selain memiliki nilai simbolik, Hari Sejarah diharapkan menjadi momentum refleksi kolektif di tengah tantangan globalisasi dan disrupsi digital. Arus informasi yang cepat dan masif dinilai berpotensi memunculkan penyederhanaan, distorsi, bahkan manipulasi narasi sejarah apabila tidak diimbangi dengan pemahaman yang kritis dan berbasis penelitian ilmiah.

Penetapan Hari Sejarah juga menegaskan pentingnya memahami sejarah Indonesia sebagai hasil dinamika internal bangsa yang telah memiliki peradaban panjang, mampu beradaptasi melalui interaksi dengan berbagai peradaban dunia, serta menentukan arah kebangsaannya sendiri setelah merdeka.

Pemerintah berharap Hari Sejarah dapat menjadi sarana edukatif dan reflektif bagi masyarakat, terutama generasi muda. Melalui peringatan ini, sejarah diharapkan tidak hanya dipahami sebagai catatan masa lalu, tetapi juga sebagai sumber nilai, pembelajaran, dan inspirasi dalam membangun masa depan bangsa.(Fj)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Sarankan WFH bagi Perusahaan

23 Januari 2026 - 15:40 WIB

Mendes Yandri Susanto Gandeng Kepala BNN Luncurkan Indonesia Bersinar di Lahat

23 Januari 2026 - 15:15 WIB

Menlu Sugiono: Indonesia di Dewan Perdamaian Bukti Pengakuan Dunia

23 Januari 2026 - 14:56 WIB

Banjir Kepung Jakarta–Bekasi, Polda Metro Jaya Turun Tangan Evakuasi Ribuan Warga

23 Januari 2026 - 14:14 WIB

Greenpeace: Jika Deforestasi Dibiarkan, Bencana Ekologis Sumatra Akan Terulang di Papua

22 Januari 2026 - 17:35 WIB

Kemlu Pulangkan 90 WNI dari Perbatasan Myanmar–Thailand

22 Januari 2026 - 16:02 WIB

Trending di Nasional