JAKARTA | Harian Merdeka
Kementerian Koperasi (Kemenkop) meminta pemilik gerai ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret untuk tidak lagi menambah titik usaha di wilayah pedesaan.
Langkah tersebut dilakukan seiring pembangunan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih di seluruh Indonesia.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, KopDes/Kel Merah Putih akan menjadi motor pergerakan ekonomi desa, salah satunya melalui unit usaha gerai sembako yang dikelola dengan konsep ritel modern.
“Jadi saya pernah ketemu dengan yang punya ritel modern yang sebelah sana, saya bilang setop bikin ritel modern di desa, biarkan di desa itu si koperasi desa yang jualan ritel barang-barangnya,” ujar Ferry dalam videonya dikutip pada Jumat (20/2/2026).
Ferry menjelaskan, dari total 80.000 KopDes yang ditargetkan, sebanyak 27.000 unit bangunan fisik ditargetkan rampung pada April 2026.
Pemerintah menilai kehadiran koperasi desa ini akan membuat perputaran uang tetap berada di desa dan mendorong kesejahteraan masyarakat setempat.
Ferry menjelaskan, jika masyarakat berbelanja di KopDes, maka keuntungan yang diperoleh akan kembali ke anggota koperasi dan warga desa. Sebaliknya, apabila uang dibelanjakan di ritel modern, keuntungan dinilai akan kembali ke pemegang saham yang umumnya berada di kota besar.
“Kalau ritel modern yang sebelah sana itu ada di desa, uang orang desa itu akan balik ke pemegang saham atau yang punya yang tinggal di Jakarta,” pungkasnya.(Agus).







