JAKARTA | Harian Merdeka
Momen kedatangan Awkarin ke makam Lula Lahfah mendadak menjadi sorotan publik. Kehadiran selebgram bernama asli Karin Novilda Sulaiman itu tak sekadar untuk berziarah, tetapi juga menyampaikan permintaan maaf yang penuh emosi kepada mendiang sahabatnya.
Seperti diketahui, Lula Lahfah meninggal dunia secara mendadak di kamar apartemen miliknya pada 23 Januari 2026. Kepergian kekasih Reza Arap tersebut meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi pasangan, rekan kerja, serta lingkar sahabat terdekatnya.
Salah satu sahabat yang merasakan kehilangan mendalam adalah Awkarin. Ia baru dapat mendatangi makam Lula pada Selasa (3/2/2026) di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur. Kedatangannya pun menjadi perhatian karena selama ini Awkarin dikenal memiliki hubungan pertemanan yang sangat dekat dengan mendiang.
Awkarin datang tidak sendiri. Ia turut didampingi sejumlah sahabat Lula lainnya, seperti Dara Arafah, Keanu Agl, Risya Brabo, Sarah Gibson, hingga Audrey Jesslyn. Kehadiran mereka mencerminkan kuatnya ikatan persahabatan yang terjalin dengan Lula semasa hidup.
Di lokasi pemakaman, Awkarin terlihat berziarah dan menaburkan bunga di pusara makam Lula. Namun momen yang paling menyentuh adalah saat Awkarin menyampaikan permintaan maaf serta ungkapan hatinya melalui media sosial.
Ia mengawali pesannya dengan permintaan maaf karena baru bisa datang ke makam Lula. Awkarin menjelaskan bahwa keterlambatannya disebabkan oleh kondisi dirinya yang saat ini menetap di Melbourne, Australia, sehingga tidak memungkinkan untuk hadir langsung pada hari pemakaman.
Meski demikian, Awkarin menegaskan bahwa doa untuk Lula tidak pernah terputus. Ia mengaku telah membacakan surat Yasin sejak hari-hari awal kepergian sahabatnya tersebut, termasuk membacanya di rumah duka.
Dalam pesannya, Awkarin juga mengenang perjalanan panjang persahabatannya dengan Lula. Keduanya tergabung dalam satu geng pertemanan yang sudah terbentuk sejak 2016, dimulai dari empat orang yang memiliki kedekatan sangat erat hingga saling menyimpan rahasia satu sama lain.
“Assalamualaikum Lulaaaaaa kita udah kumpul bareng lagi!!! Maaf ya gue baru dateng Lula, tapi Awkarin lu ini yang selalu bikin lu geleng-geleng, udah bacain yasin buat Lula dari kemarin dan udah baca langsung di rumah baru Lula. Kita sayang Lula. Sampai kapanpun kita gak bakal pernah lupa kebaikan Lula dan betapa lembutnya hati Lula, dan kita gaakan pernah lupa semua momen-momen persahabatan kita selama ini.
Dari geng kita cuma berempat, gue, lo, Sarah, Risya, dan kita namain Rahasia Negara di tahun 2016, karena kita berempat punya rahasia yang sama yang gaada orang lain yang tau, sampe sekarang kita udah ber-8 dan selalu bersegini,” tulis Awkarin, Rabu (4/2/2026).
Tak berhenti sampai di situ, Awkarin kembali menegaskan bahwa kepergian Lula akan meninggalkan ruang kosong yang tak tergantikan dalam hidupnya dan sahabat-sahabat lainnya. Ia menyadari bahwa kebersamaan mereka tidak akan pernah sama tanpa kehadiran Lula.
“Hidup kita semua mungkin gaakan pernah sama lagi Lul, dengan ketidakhadiran lo di waktu-waktu kita ngumpul kedepannya. You can never be replaced in our hearts.
Terimakasih Lula buat waktunya selama di dunia Lula habiskan sebagiannya sama kita. We’re so lucky to have known you in our lives.
Rest in peace, Lula Lahfah. Thank you for the 10 years of friendship, Lul,” tandas Awkarin. (kay)






