JAKARTA | Harian Merdeka
Nama Pinkan Mambo kembali menyita perhatian publik pada awal 2026. Mantan personel grup Ratu itu menceritakan perjalanan hidupnya yang tak biasa, mulai dari mengamen dari kampung ke kampung hingga rencana bisnis ambisius yang ia siapkan ke depan.
Pinkan mengaku menjalani aktivitas ngamen dengan peralatan sederhana, seperti speaker aktif dan kardus untuk saweran. Ia menyebut kerap bernyanyi dadakan di pinggir jalan maupun di dekat lapak pedagang.
“Aku jalan-jalan bawa speaker. Nanti orang seikhlasnya masukin ke kardus. Kalau dapat saweran gede, aku maju lagi ke pelosok,” ungkap Pinkan di acara TV, Jumat (6/2/2026).
Ia menegaskan aktivitas tersebut bukan sensasi, melainkan cara dirinya bekerja dan bertahan hidup. Pinkan juga memastikan keputusan itu murni berasal dari dirinya sendiri, bukan dorongan pihak lain.
“Iya, ide aku dari awal. Cuma Arya nambahin juga, pakai speaker,” kata Pinkan Mambo.
Sebelum bernyanyi, Pinkan mengaku biasanya meminta izin warga sekitar, meski ia juga mengakui tidak selalu melakukannya secara formal.
“Kita tanya-tanya dulu, tapi kadang-kadang enggak nanya juga sih,” katanya.
Ia sengaja menyasar kawasan perkampungan dan kerap menyiarkan aksinya secara langsung melalui TikTok. Lokasi manggungnya pun sering kali sangat sederhana.
“Kayak kemarin aku di sebelahnya tukang pisang goreng gitu, terus aku nyanyi di situ. Karena aku emang nyarinya masuk kampung. Aku ngamen, emang kerja,” jelasnya.
Pinkan mengungkapkan bahwa sebagian warga menerima kehadirannya, meski ia juga pernah mendapat teguran karena dinilai mengganggu ketertiban di jam tertentu.
“Cuma ya next time jangan di jam ini. Terus jangan mengganggu,” bebernya.
Selain mengamen, Pinkan membeberkan rencana bisnis yang ia sebut sebagai fondasi masa depannya. Ia menempatkan usaha donat yang kini dijalankannya sebagai induk dari berbagai usaha lain, seperti toko pakaian, salon, hingga apartemen dan hotel dalam tiga tahun mendatang.
Ia juga berencana membuka usaha cuci mobil di kawasan BSD dengan modal sekitar Rp3 juta dan menegaskan akan terlibat langsung dalam operasionalnya.
“Aku sendiri yang akan nyuci mobil sekalian ngonten. Itu bakal viral kedua nanti,” ujarnya.
Di balik berbagai rencana tersebut, Pinkan turut mengungkap perjuangan berat terkait biaya pengobatan anaknya, Luke, yang mengidap lemah otot jantung dan sempat menjalani perawatan di Singapura. Ia menyebut biaya pengobatan itu mencapai Rp1 miliar, meski mendapat keringanan.
“Habis Rp 1 miliar tapi didiskon, bisa dicicil satu harinya Rp1,5 juta. Orang bilang cuma orang kaya yang bisa berobat di sana Singapura, aku selalu bilang aku orang kaya, kaya doa,” tutupnya.(kay/Fj)







