Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Daerah · 16 Feb 2026 17:33 WIB ·

Pos Kesehatan Merah Putih Diresmikan, Warga Ciputat Kini Bisa Berobat Gratis


Pos Kesehatan Merah Putih Diresmikan, Warga Ciputat Kini Bisa Berobat Gratis Perbesar

TANGSEL | Harian Merdeka

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel ) Pilar Saga Ichsan bersama Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia (RI) dr. Benyamin Paulus meresmikan Pos Kesehatan Merah Putih sebagai bagian dari program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto yang berada di Ciputat, pada Sabtu (14/02/2026).

Peresmian yang digelar di Jalan H. Usman, kawasan Pasar Ciputat ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan layanan kesehatan lebih dekat dengan masyarakat.

Dalam sambutannya, Pilar menyampaikan apresiasi atas terwujudnya Pos Kesehatan Merah Putih di kawasan strategis tersebut.

Menurutnya, kehadiran pos kesehatan di tengah kawasan perniagaan bersejarah seperti Pasar Ciputat akan mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat dan pedagang.

“Atas nama Pemerintah Kota Tangerang Selatan, kami mengucapkan terima kasih atas program luar biasa ini.

Pos Kesehatan Merah Putih menjadi bentuk nyata bagaimana layanan kesehatan bisa semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kawasan Pasar Ciputat merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi tertua di Tangerang Selatan yang telah ada sejak masa sebelum kemerdekaan.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan bersama DPRD terus melakukan penataan kawasan agar semakin tertib dan nyaman, termasuk menghadirkan fasilitas kesehatan yang memadai.

Pilar juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan, sebelumnya telah menjalankan program layanan kesehatan keliling bertajuk “Ngider Sehat”. Program tersebut menghadirkan tenaga kesehatan yang melakukan kunjungan door to door setiap hari di satu kelurahan, menggunakan dua kendaraan motor yang diisi nakes dan dokter.

“Selain pos kesehatan, kami sudah punya program Ngider Sehat. Setiap hari ada tenaga kesehatan yang keliling dari rumah ke rumah. Dengan hadirnya Pos Kesehatan Merah Putih ini, akses kesehatan bagi masyarakat di kawasan perniagaan Ciputat menjadi semakin mudah,” jelasnya.

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik, gratis, dan cepat bagi masyarakat.

Pilar juga berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dapat terus diperkuat demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan kuat.

Sementara itu, Wamenkes RI dr. Benyamin Paulus menjelaskan bahwa Pos Kesehatan Modular ini dibangun untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.

Menurutnya, selama lebih dari 35 tahun sebagai dokter, ia jarang menemukan masyarakat yang datang hanya untuk pemeriksaan kesehatan preventif.

“Sebagian besar penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi dipengaruhi faktor keturunan, bahkan mencapai sekitar 90 persen. Jika tidak ditangani dalam 3 sampai 5 tahun, penyakit ini bisa merusak pembuluh darah dan menyebabkan komplikasi serius seperti gagal ginjal, serangan jantung, hingga stroke,” ujarnya.

Ia juga menyoroti besarnya beban pembiayaan kesehatan negara. Biaya cuci darah pada 2020 tercatat sekitar Rp2,3 triliun dan melonjak menjadi lebih dari Rp13 triliun pada 2025, sementara pembiayaan penyakit jantung mencapai sekitar Rp17 triliun.

“Kalau kita hanya fokus pada pengobatan, negara tidak akan sanggup. Pencegahan jauh lebih murah dan menyelamatkan,” tegasnya.

Pos Kesehatan Merah Putih sengaja ditempatkan di kawasan pasar dan pusat keramaian agar masyarakat bisa memeriksakan kesehatan sambil beraktivitas ekonomi.

“Tekanan darah tinggi yang tidak diobati bisa merusak organ tubuh dalam waktu singkat. Karena itu, pemeriksaan harus mudah dijangkau,” tutupnya.(Agus).

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

KITA Banten Desak APH Audit Anggaran Hotel DPRD Kab.Tangerang Senilai Rp23 M

15 Mei 2026 - 17:45 WIB

Pengurus SMSI Kepulauan Nias Siapkan Musda I, Bahas Regenerasi hingga Peningkatan Kapasitas Jurnalis

13 Mei 2026 - 15:33 WIB

Bentuk Karakter dan Jiwa Kepemimpinan, Pemprov Banten Gembleng 50 Pemuda

13 Mei 2026 - 15:23 WIB

Kontroversi Jabatan Ivan Sudrajat di TPA Galuga: Aktivis Ungkit Temuan BPK

13 Mei 2026 - 14:57 WIB

Belanja Jasa Kebersihan Rp 3,4 Miliar, Dispora Tangerang Dipertanyakan, ?

13 Mei 2026 - 11:43 WIB

Mengenal Hantavirus: Ancaman Kesehatan dari Paparan Tikus yang Perlu Diwaspadai

12 Mei 2026 - 17:08 WIB

Trending di Kesehatan