JAKARTA | Harian Merdeka
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa banjir rob akibat pasang air laut di kawasan pesisir ibu kota mulai surut setelah mencapai puncaknya pada pukul 09.00 WIB, Jumat (5/12). Kondisi tersebut terus dipantau sejak Kamis malam.
“Saya terus memonitor banjir rob di Jakarta dari semalam. Puncaknya tadi jam 9 pagi, dan sekarang sudah mengalami penurunan,” ujar Pramono di Jakarta, Jumat pagi.
Menurutnya, rob sempat turun pada Kamis (4/12) malam, namun kembali naik pada Jumat pagi menjelang puncaknya. Ia berharap kondisi di wilayah pesisir, khususnya Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, segera stabil.
“Dari semalam jam 10-an sudah turun. Tetapi memang pagi ini naik lagi, jam 9 tadi, dan sekarang saya sudah mendapatkan laporan sudah turun lagi. Mudah-mudahan segera normal,” kata Pramono.
Lebih jauh, Pramono menjelaskan bahwa Pemprov DKI menerapkan kebijakan berbasis data untuk menangani rob maupun banjir musiman. Pengoperasian pompa dilakukan sejak dini, disertai pemantauan debit air secara real-time di berbagai titik.
Selain itu, modifikasi cuaca juga menjadi langkah yang terus dioptimalkan Pemprov DKI. Pramono menyebut operasi tersebut telah dilakukan beberapa kali dan terbukti membantu menekan potensi banjir.
“Modifikasi cuaca membantu sekali agar tidak terjadi banjir. Itu sudah kita lakukan beberapa kali,” ujarnya.
Untuk kondisi hari ini, Pramono menuturkan curah hujan belum cukup tinggi untuk memicu operasi modifikasi cuaca. Namun, ia telah memberi instruksi agar tindakan tersebut segera dilakukan apabila muncul potensi hujan ekstrem.
“Kebetulan curah hujannya enggak tinggi. Tetapi kalau ada curah hujan di atas 200, saya sudah perintahkan untuk dilakukan modifikasi cuaca,” tegasnya.
Pemprov DKI terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan langkah penanganan rob dan banjir berjalan efektif, termasuk kesiapsiagaan petugas di wilayah pesisir.(dri/hmi)







