Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Bisnis · 10 Okt 2024 14:08 WIB ·

Presiden Jokowi Sebut Produk China Banjiri Pasar Domestik


Presiden Jokowi Sebut Produk China Banjiri Pasar Domestik Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan saat ini banyak produk China yang over produksi. Bahkan, barang impor itu masuk secara masif di pasar domestik banyak negara dengan harga murah.

“Di sisi lain juga sudah banyak dibahas secara luas soal over produksi di China, banyak negara sudah mulai khawatir dan bersiap melindungi pasar domestiknya dari masuknya produk impor dari China yang masif dengan harga yang jauh lebih murah,” ujar Jokowi saat membuka Trade Expo Indonesia ke 39 Indonesia di Hall Nusantara ICE BSD City, Tangerang, dikutip okezone, Rabu (9/10).

Ia berharap Indonesia dapat melindungi pasar domestiknya dari gempuran produk China. Selain itu, Indonesia harus mampu menguasai pasar dalam negeri dan merambah secara luas ke luar negeri.

“Dan kita sebagai negara dengan pasar yang besar, dengan jumlah penduduk terbesar keempat dunia 280 juta jiwa harus mampu melindungi pasar domestik kita, harus mampu memasarkan produk-produk kita agar kita mampu menguasai pasar di dalam negeri dan juga terus merambah secara luas di pasar luar negeri,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi secara resmi membuka Trade Expo Indonesia ke 39 Indonesia di Hall Nusantara ICE BSD City, Tangerang, Rabu (9/10).

“Saya menyambut baik trade Expo Indonesia yang ke-39 ini sebagai pameran produk ekspor terbesar di Indonesia yang dilakukan secara hybrid by offline dan virtual untuk memasarkan produk-produk unggulan kita ke pasar dunia,” kata Jokowi dalam sambutannya.

“Kita harus mampu memanfaatkan momentum ini untuk mendorong pertumbuhan ekspor yang lebih tinggi lagi dan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk-produk kita serta bisa merambah ke pasar yang lebih luas lagi,” sambungnya.

Jokowi menyebut saat ini dunia masih belum pulih sepenuhnya. Ekonomi global, katanya, juga masih tumbuh lambat dikisaran 2,6%–2,7%, serta inflasi yang masih menghantui banyak Negara.

“Perkiraan inflasi global dikisaran 5,9%, ditambah perang konvensional dan perang dagang masih terus berlangsung yang membuat Negara-Negara terus membuat kebijakan restriksi perdagangan. Saat ini setidaknya ada 19 Negara yang melakukannya, semua itu membuat volume perdagangan global menjadi lesu,” kata Jokowi.

Jokowi menyoroti banyak negara sudah mulai khawatir dan bersiap melindungi pasar domestiknya dari masuknya produk impor dari China yang masif dengan harga yang jauh lebih murah.

“Dan kita sebagai negara dengan pasar yang besar, dengan jumlah penduduk terbesar keempat dunia 280 juta jiwa harus mampu melindungi pasar domestik kita, harus mampu memasarkan produk-produk kita agar kita mampu menguasai pasar di dalam negeri dan juga terus merambah secara luas di pasar luar negeri,” kata Jokowi.

Menurutnya, pemasaran saat ini tidak perlu lagi menggunakan cara-cara konvensional tapi juga harus memanfaatkan digitalisasi. Jokowi berharap Indonesia dapat masuk secara masif secara digital untuk memasarkan produk-produk Negara kita Indonesia.

“Saat banyak negara melakukan restriksi akibat perang dagang menurut saya di situ ada peluang. Saat banyak negara mengalami inflasi tinggi menurut saya di situ juga ada peluang,” jelasnya. (jr)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mengulik Modus GS Menjual Kando Dalam Mengatur Tender di Pertamina

1 Mei 2026 - 21:40 WIB

Dugaan Skandal RSUD Leuwiliang: Inisial AG Jadi Sorotan ‘Pejabat Abadi’

1 Mei 2026 - 18:31 WIB

ICW Bongkar Indikasi Markup Anggaran MBG: Harga Pangan Dimainkan

1 Mei 2026 - 12:38 WIB

Doli Kurnia Setuju Usul KPK: Saatnya RI Punya UU Pembatasan Uang Kartal

30 April 2026 - 19:58 WIB

Dugaan Suap Rp50 Juta, Kasus DPRD Sulbar Seret Nama Rahmat Ichwan

30 April 2026 - 15:58 WIB

Anggaran Video KKP Dinilai Janggal, MataHukum Minta KPK Turun Tangan

29 April 2026 - 11:22 WIB

Trending di Hukum