Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Hukum · 17 Sep 2025 13:27 WIB ·

Ribuan Ojol Berunjuk Rasa Tuntut Mehub Dicopot


Ribuan Ojol Berunjuk Rasa Tuntut Mehub Dicopot Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Ribuan pengemudi ojek online (ojol) bakal menggelar unjuk rasa, Rabu (17/9) di Jakarta. Mereka bakal menyuarakan sejumlah tuntutan pada tiga lokasi demo yakni Kementerian Perhubungan (Kemenhub), DPR dan Istana Negara.

Igun Wicaksono, Ketua Umum Garda Indonesia dan inisiator unjuk rasa, mengatakan aksi massa pengemudi online tak hanya diramaikan driver ojol, tetapi juga mahasiswa dari BEM UI serta aliansi mahasiswa lainnya.

“Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia bersama gabungan aliansi, komunitas-komunitas ojek online, mahasiswa dari BEM UI dan aliansi-aliansi mahasiswa lainnya akan melakukan aksi unjuk rasa akbar dimulai dari Kementerian Perhubungan lalu ke Istana Presiden dan berakhir aksi unjuk rasa di DPR RI,” ujar Igun, dikutip cnnindonesia, Selasa (16/9).

Terkait desakan utama ojol, ia menyampaikan pihaknya menuntut Presiden Prabowo Subianto mencopot Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi. Tuntutan ini bertepatan pada Peringatan Hari Perhubungan Nasional di Indonesia.

Ia mengatakan telah terjadi kemunduran Kemenhub semenjak Dudy diangkat Prabowo sebagai Menteri Perhubungan.

“Silahkan masyarakat juga menilai apa prestasi konkrit dari Menteri Perhubungan yang menjabat saat ini terhadap bangsa dan rakyat Indonesia secara umum, bahkan pada ekosistem transportasi online Menteri Perhubungan berlaku layaknya pengusaha bukan sebagai menteri,” kata dia.

“Menteri Perhubungan lebih memilih mendukung perusahaan-perusahaan aplikasi transportasi online bahkan perusahaan-perusahaan transportasi online berhasil membuat Menteri Perhubungan menjadi juru bicara para pebisnis tersebut untuk menolak aspirasi Rakyat Indonesia yang berprofesi sebagai ojek online,” sambungnya.

Ia menambahkan, saat ini telah terjadi ‘vendor driven policy’ di mana kebijakan-kebijakan Kemenhub telah dikendalikan perusahaan aplikasi transportasi online. Berikut daftar tuntutan utama aksi ojol R2, driver online R4 dan kurir online besok: 1. RUU Transportasi Online agar masuk pada Prolegnas 2025-2026. 2. Potongan Aplikator 10% Harga Mati.

3. Regulasi Tarif Antar Barang dan Makanan. 4. Audit Investigatif potongan 5% yang telah diambil oleh aplikator. 5. Hapus Aceng, Slot, Multi Order, Member Berbayar dll. 6. Copot Menteri Perhubungan dan 7. Kapolri Usut Tuntas Tragedi 28 Agustus 2025. (jr)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polsek Curug Ungkap Kasus Kepemilikan Sajam, Dua Pelaku Diamankan

2 Juni 2026 - 11:55 WIB

BaraNusa Desak Bupati Pandeglang Pecat Ahmad Mursidi dari Jabatan Staf Ahli

2 Juni 2026 - 09:59 WIB

Polda Banten Bantah Anggota Paminal Terlibat Penarikan Paksa Kendaraan

2 Juni 2026 - 09:56 WIB

Pastikan Kamtibmas Aman, Kombes Pol Dedi Supriyadi Pimpin Patroli Malam di Bandung

1 Juni 2026 - 14:14 WIB

Kredit Macet Rp1,3 T Terbongkar, GSBK Minta Kejagung Periksa Managemen BTN

1 Juni 2026 - 13:27 WIB

Anggaran Sekretariat DPRD Kab.Tangerang Disorot, Begini Jawaban KPK

1 Juni 2026 - 13:23 WIB

Trending di Hukum