TANGERANG | Harian Merdeka
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan kesiapan Stasiun Jatake yang berada di Kelurahan Jatake dan Kelurahan Kadusirung, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, untuk mulai beroperasi pada awal tahun 2026. Stasiun baru ini dibangun sebagai bagian dari upaya penguatan layanan Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung demi menjawab kebutuhan transportasi masyarakat di kawasan penyangga Jakarta. Selasa (30/12/25).
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, mengatakan bahwa pengembangan Stasiun Jatake merupakan strategi penting dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan transportasi publik. Menurutnya, pertumbuhan jumlah pengguna Commuter Line lintas Rangkasbitung menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir sehingga perlu diikuti dengan penyediaan infrastruktur yang memadai.
“Stasiun Jatake dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dengan menghadirkan akses yang lebih dekat, perjalanan yang lebih tertata, serta distribusi penumpang yang lebih merata,” ujar Bobby dalam keterangannya, Senin.
Stasiun Jatake dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan fungsi transportasi dengan aktivitas kawasan sekitar. Bangunan stasiun berdiri di atas lahan seluas 2.435 meter persegi dengan struktur tiga lantai yang memiliki luas sekitar 3.000 meter persegi. Stasiun ini berada di KM 37+045 lintas Tanah Abang–Rangkasbitung dan dilengkapi peron sepanjang 250 meter dengan lebar masing-masing enam meter.
Dalam operasionalnya nanti, Stasiun Jatake diproyeksikan mampu melayani hingga 20.000 penumpang per hari, memperkuat alur naik turun penumpang di sepanjang trayek Commuter Line yang menghubungkan berbagai stasiun antara Tanah Abang hingga Rangkasbitung.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa fasilitas Stasiun Jatake dirancang untuk mendukung kebutuhan pengguna secara menyeluruh. Di dalam gedung stasiun tersedia zona aktivitas penumpang, area komersial, serta ruang perkantoran KAI. Sementara area luar dibekali fasilitas parkir untuk kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda, serta lahan untuk pengembangan selanjutnya seluas sekitar 4.000 meter persegi.
“Stasiun Jatake dipersiapkan sebagai simpul layanan baru yang mendukung kelancaran naik turun penumpang sekaligus mendorong pergerakan ekonomi kawasan yang terus berkembang,” kata Anne.
Stasiun baru ini akan melayani layanan Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung, mencakup rute dari Tanah Abang hingga Rangkasbitung, termasuk melewati sejumlah stasiun seperti Palmerah, Kebayoran, Pondok Ranji, hingga Serpong dan Cisauk. Kehadiran Stasiun Jatake diharapkan dapat mendistribusikan arus penumpang secara lebih merata dan meningkatkan kelancaran mobilitas harian masyarakat.
Hingga akhir November 2025, progres pembangunan dan kesiapan operasional Stasiun Jatake telah mencapai tahap akhir dengan berbagai uji prasarana dan aspek keselamatan yang terus dijalankan bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna sebelum layanan dibuka secara resmi.(Kay/Fj)







