JAKARTA | Harian Merdeka
Tiga pasangan calon gubenur melakukan debat kedua Pilkada DKI Jakarta yang diselenggarakan KPU DKI Jakarta di Beach City Internasional Stadium (BCIS), Jakarta Utara, Minggu (27/10).
Debat kedua mengusung tema ekonomi dan kesejahteraan sosial dengan enam segmen. Tema nya terbagi enam subtema yakni infrastruktur terintegrasi dan pelayanan dasar prima, pendidikan dan kesehatan.
Kemudian penanganan ketimpangan sosial, pembangunan ekonomi digital dan UMKM, lalu, pariwisata dan ekonomi kreatif serta inflasi bahan pokok.
Dalam debat kedua, ketiga paslon menyampaikan visi dan misinya. Calon Gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil menyiapkan satu juta lapangan kerja.
“Lapangan pekerjaan kita siapkan 1 juta lapangan kerjaan yang terdiri dari 600 ribu di sektor formal, kemudian 300 ribu di sektor UMKM, 100 ribu di padat karya,” kata Ridwan Kamil.
Ia menyebutkan Jakarta akan menjadi Kota Global juga bakal menyiapkan pusat-pusat pertumbuhan. “Kemudian untuk kelas menengah kita hadirkan gratis yang namanya ‘digital academy’ untuk 100 ribu gen z, kemudian ‘coworking’ yang gratis,” kata Dia.
Kemudian RIDO juga akan menyiapkan hunian di atas pasar, di atas stasiun dan pusat-pusat pertumbuhan wisata lainnya menjadikan Jakarta lebih maju. Untuk bidang pendidikan, RIDO akan menggratiskan biaya sekolah di Jakarta. “Pendidikan tahun depan gratis di swasta dari SD sampai SLTA dan guru-guru kita kurangi bebannya untuk lebih fokus mengurus siswa daripada mengurusi hal-hal teknis lain,” ucapnya.
Untuk cagub nomor urut 2 Dharma Pongrekun mengenalkan konsep ekonomi “Getuk Tular Adab”. Mereka mengharapkan konsep ini menjadi solusi baru bagi tantangan ekonomi di ibu kota.
“Sistem ekonomi ini berfokus pada keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat Jakarta sehingga dapat diwariskan hingga generasi mendatang,” ujar Dharma Pongrekun.
Dharma menjelaskan, sistem “Getuk Tular Adab” mengedepankan pendekatan ekonomi yang inklusif, di mana warga Jakarta akan dapat memperoleh penghasilan hanya dari rumah. Hal ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi warga, terutama terkait biaya hidup yang tinggi.
Sementara itu, cagub nomor urut tiga, Pramono Anung menyoroti kesenjangan kaya dan miskin. Mereka mengusulkan berbagai program untuk memberantas kemiskinan.
“Salah satunya adalah memperluas akses bagi penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) agar dapat menikmati destinasi wisata lokal seperti Monas dan Ancol,” ujar Pramono Anung.
Menurutnya, program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) juga akan disempurnakan agar penerima tidak perlu evaluasi tahunan hingga mereka menyelesaikan kuliahnya. Selain itu, pasangan ini akan memberikan insentif tambahan bagi RT, RW, dan para kader masyarakat, serta meningkatkan gaji guru honorer sesuai upah minimum regional (UMR) sebesar 5 juta rupiah.
Pramono juga menyinggung masalah sepinya pasar di Tanah Abang. Itu karena minimnya promosi sehingga menurunkan pengunjung Pasar Tanah Abang. Ia pun bertekad untuk mempromosikan ulang Pasar Tanah Abang jika terpilih menjadi gubernur.
Jika dirinya terpilih sebagai Gubernur Jakarta, maka pihaknya akan mengatur para pedagang di Tanah Abang bisa berjualan secara online dengan bantuan dari Pemprov Jakarta.”Dan itu akan kami lakukan dan kami sudah berdialog berbicara dengan mereka dari hati ke hati,” ujarnya.
Pihaknya juga menyiapkan dana sebesar Rp300 miliar untuk bantuan permodalan bagi para pedagang di Pasar Tanah Abang, terutama pedagang menengah ke bawah.. (jr)







