JAKARTA | Harian Merdeka
Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membuka ribuan lowongan petugas pemadam kebakaran (damkar). Rekrutmen petugas damkar tanpa dipungut biaya.
“Saya sudah menyetujui penambahan kuota untuk PPSU maupun damkar, tahun ini kuotanya untuk damkar itu 1.000 pekerja baru,” ucap Pramono saat ditemui di Balai Kota Jakarta, dikutip tribunnews, Selasa (5/8).
Beda dengan rekrutmen PPSU, pembukaan lowongan petugas damkar sepenuhnya akan diserahkan kepada Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat). Pun begitu, orang nomor satu di lingkungan Pemprov DKI itu memastikan proses seleksi dilakukan terbuka dan transparan.
“Kalau damkar maka sepenuhnya diakan di damkar dan karena performa dari damkar sangat baik, saya terus terang memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada damkar,” ujarnya.
“Tapi nanti, finalisasinya supaya transparan, gubernur dan wakil gubernur akan melibat dan terlibat dalam hal itu,” sambungnya.
Untuk meminimalisir praktik pungli, Pramono juga memastikan bahwa proses rekrutmen akan dibuka secara online.“Enggak ada (pungli), karena pendaftarannya aja pakai online,” kata Pramono.
Sebelumnya, Pramono Anung mengatakan warga luar Jakarta diperbolehkan mendaftar sebagai petugas damkar. Sebab, dia melihat banyak warga daerah luar yang masih menggantungkan nasibnya di Jakarta.
“Memang ini sebagai bagian dari kota terbuka, orang menaruh harapan untuk bisa mengantung nasib pekerja di Jakarta. Untuk itu, saya tetap akan menjalankan secara terbuka walaupun kemudian ini menjadi beban bagi kota Jakarta,” ungkap Pramono saat ditemui awak media di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (4/8).
Pramono menyebut, keterbukaan penduduk luar daerah untuk ikut mendaftar sebagai petugas damkar DKI dilakukan berdasarkan proses rekrutmen petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU).
Di mana, banyak warga ber-KTP luar Jakarta yang mendaftar sebagai petugas PPSU, meski penduduk Jakarta tetap menjadi prioritas untuk diseleksi.
Orang nomor satu di Jakarta itu mengaku fenomena ini disebabkan oleh kebutuhan lapangan pekerjaan yang masih tinggi.
“Memang harus saya akui apa adanya bahwa sekarang ini, begitu berbagai pembukaan lowongan. itu yang mendaftar banyak sekali dan rata-rata bukan warga Jakarta, karena kan KTP-nya dilihat,” jelasnya. (jr)







