Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Hukum · 24 Des 2025 16:17 WIB ·

Kapolda Riau Soroti Peran K9 dalam Misi Kemanusiaan: Pengabdian Sunyi yang Sering Terlupakan


Kapolda Riau Soroti Peran K9 dalam Misi Kemanusiaan: Pengabdian Sunyi yang Sering Terlupakan Perbesar

RIAU | Harian Merdeka

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memberikan apresiasi khusus kepada unit anjing pelacak (K9) atas peran penting mereka dalam berbagai misi kemanusiaan di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Unit K9 dinilai sebagai pahlawan yang bekerja tanpa suara, namun memiliki kontribusi besar dalam proses pencarian, penyelamatan, dan evakuasi korban bencana.

Penghargaan itu disampaikan dalam upacara pemberian penghargaan kepada pejabat utama, personel Polda Riau, mahasiswa, tim media, serta pihak lain yang terlibat dalam penanganan bencana.

“(Anjing pelacak) pahlawan yang bekerja dalam senyap. Tanpa suara, tanpa pamrih, tanpa menuntut balasan,” ujar Irjen Herry Heryawan, Rabu (24/12/2025).

Ia menegaskan pengabdian satwa K9 menjadi teladan nilai kesetiaan dan kemanusiaan bagi seluruh personel Polri. Menurutnya, dedikasi K9 harus memotivasi aparat untuk terus menjaga amanah melindungi masyarakat dan merawat lingkungan.

“Jika seekor anjing mampu berkorban demi tugas dan kemanusiaan, maka kita pun harus mampu menjaga amanah melindungi sesama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Riau juga memberikan penghargaan kepada total 448 personel yang terlibat langsung dalam misi kemanusiaan. Ia menilai para petugas dan relawan sebagai pejuang kemanusiaan yang hadir memberi harapan di tengah situasi bencana.

Sebagai informasi, Polda Riau mengerahkan 448 personel, termasuk 20 tenaga ahli dari HIMPSI, tidak hanya untuk evakuasi dan bantuan fisik, tetapi juga pendampingan pemulihan trauma bagi para korban bencana.(mhp/Fj)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Temui Kajati Banten, Kapolda Irjen Hengki Sepakat Tingkatkan Penerapan Restorative Justice

16 Juli 2026 - 17:33 WIB

Desak Pengusutan Proyek Kipas Angin 1,8 Triliun, MataHukum: Dirut PT Agrinas Harus Segera Ditangkap!

16 Juli 2026 - 13:41 WIB

Janji Jaksa Agung “Tanpa Ruang bagi Jaksa Nakal” Dinilai Gagal, Mata Hukum: Arang Itu Mencoreng Wajah Sendiri

15 Juli 2026 - 14:42 WIB

Temuan BBM Rp2,2 Miliar di Dishub & DLH Kab.Serang: Aktivis Desak Penegak Hukum Bertindak

15 Juli 2026 - 14:40 WIB

Tuntut Klarifikasi Kasus Pelecehan, Mahasiswa Serukan Evaluasi Operasional Ajwa Tour Indonesia

15 Juli 2026 - 11:10 WIB

Aliran Uang Proyek Kereta Api Mengalir ke Bos Rokok, KPK Kejar Peran Muhammad Suryo

15 Juli 2026 - 11:01 WIB

Trending di Hukum