Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Daerah · 13 Jan 2026 14:37 WIB ·

Bandung Zoo Terancam Hilang, Pemkot Godok Opsi Penutupan


Bandung Zoo Terancam Hilang, Pemkot Godok Opsi Penutupan Perbesar

BANDUNG | Harian Merdeka

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membuka opsi penutupan operasional Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) seiring pembahasan lintas instansi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat terkait masa depan kawasan tersebut.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, hingga kini belum ada keputusan final mengenai keberlanjutan fungsi Kebun Binatang Bandung. Sejumlah opsi masih dikaji, mulai dari tetap beroperasi sebagai kebun binatang dengan konsep baru, perubahan fungsi pengelolaan, hingga kemungkinan tidak lagi beroperasi sebagai kebun binatang.

“Apakah tetap menjadi kebun binatang dengan konsep seperti sekarang, dengan konsep yang berbeda, atau bahkan bukan kebun binatang,” ujar Farhan saat dikonfirmasi di Bandung, Selasa (13/1/2026).

Farhan menjelaskan pembahasan dilakukan secara hati-hati karena menyangkut kewenangan lintas pemerintah. Ia menuturkan, aset Kebun Binatang Bandung merupakan milik Pemerintah Kota Bandung, sementara pengawasan dan pengelolaan satwa dilindungi berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

“Satwa-satwa dilindungi merupakan titipan negara dan makanannya masih ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat,” kata Farhan.

Meski wacana penutupan mencuat, Farhan menegaskan Kebun Binatang Bandung untuk sementara tetap difungsikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dapat diakses masyarakat. Pengelolaan kawasan tetap memperhatikan aspek konservasi dan perlindungan satwa.

“Sekarang tetap menjadi ruang terbuka hijau untuk publik. Di dalamnya ada satwa-satwa dilindungi yang kita jaga bersama. Masyarakat masih bisa berkunjung selama mengikuti peraturan keluar-masuk,” ujarnya.

Farhan menambahkan, seluruh alternatif kebijakan masih terbuka dan saat ini masih berada dalam tahap kajian bersama antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat. Ia menargetkan keputusan terkait masa depan Kebun Binatang Bandung dapat ditetapkan dalam waktu dekat.

“Belum tahu arahnya ke mana. Ketiganya masih terbuka. Targetnya paling lama dalam dua bulan ke depan sudah ada keputusan bersama,” katanya.

Pemerintah Kota Bandung memastikan setiap keputusan yang diambil nantinya akan mempertimbangkan aspek hukum, konservasi satwa, tata ruang kota, serta kepentingan publik secara menyeluruh. (con)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menunggu Audit BPK, Proyek Pedestrian DSDABMBK Tangsel Dipertanyakan

26 Juni 2026 - 15:28 WIB

Penerus Banten: Pansel Harus Cari Direksi BUMD Bersih dan Bebas Masalah Hukum

26 Juni 2026 - 10:51 WIB

Buka Peparpeda IX 2026, Andra Soni : Atlet Generasi Hebat dan Inspiratif.

25 Juni 2026 - 10:20 WIB

Sambut Hari Bhayangkara, Kapolda Banten Pimpin Program Bedah Rumah di Kota Serang

24 Juni 2026 - 10:32 WIB

Dorong Kemandirian Energi, Komisi VI DPR RI Kawal Program CNG di Bali

23 Juni 2026 - 13:49 WIB

Usai Latsar CPNS, Kalapas Gunungsitoli Tegaskan ASN BerAKHLAK Harus Hadir dalam Pelayanan Nyata

18 Juni 2026 - 09:44 WIB

Trending di Daerah