MEDAN | Harian Merdeka
Seorang pria berinisial AS tega membunuh istrinya yang berinisial SW di rumah mereka di Kota Medan, Sumatera Utara, setelah korban menolak hasrat berhubungan intim. Polisi menyatakan motif pelaku membunuh istrinya karena sakit hati akibat beberapa kali ditolak oleh korban.
Hal tersebut diungkapkan Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, saat konferensi pers terkait pengungkapan kasus itu. Ia menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi Kamis malam sekira pukul 23.00 WIB, saat pelaku awalnya terlihat memijat korban. Namun setelah korban menolak, terjadi cekcok antara keduanya, lalu pelaku melakukan pembunuhan.
Pada pukul 03.00 WIB, pelaku membekap wajah korban menggunakan bantal hingga korban meninggal dunia di tempat. AS kemudian berupaya merekayasa kejadian tersebut agar terlihat seperti bukan pembunuhan.
Usai membunuh istrinya, pelaku membawa jasad korban dan tidur bersama dengannya hingga keesokan harinya. Sekitar pukul 07.00 WIB, pelaku menjemput ibu mertuanya ke pasar dan berpura-pura seolah korban hanya tertidur panjang ketika ibu korban datang ke rumah. Saat diperiksa, ternyata korban sudah tidak bernyawa.
Ibu korban yang merasa curiga kemudian membuat laporan ke polisi. Petugas kepolisian mulai menyelidiki kasus tersebut dan memeriksa pelaku. Pada awal pemeriksaan, pelaku tidak mengakui perbuatannya dan bersikap biasa seperti tidak terjadi apa-apa. Namun polisi menemukan bukti berupa bekas luka cakaran di badan pelaku yang diduga akibat perjuangan korban ketika hendak dibunuh.
Setelah sejumlah bukti ditemukan, barulah AS mengakui bahwa ia membunuh istrinya sendiri.(Fj)







