SERANG | Harian Merdeka
Kepala Sekolah SDN Kejaban kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Nurhayati mengucapkan terima kasih atas informasi dan masukan dari orang tua siswa yang merasa terbebani. Jika hal tersebut menjadi beban maka perlu ditinjau ulang apakah perlu dilaksanakan atau tidak.
Terkait informasi yang beredar bahwa sekolah meminta biaya ujian sebesar Rp. 200.000,- itu tidak benar. Yang benar adalah uang tersebut rencana akan digunakan oleh ibu ibu paguyuban untuk mengadakan acara perpisahan berdasarkan musyawarah. Di dalam musyawarah acara perpisahan ada beberapa kebutuhan yang harus disewa dan diadakan seperti sewa tenda, panggung, sound, dekorasi, benner, konsumsi dan lain lain.
“Jadi tidak benar uang sebesar Rp. 200.000 itu untuk membayar ujian sekolah melainkan untuk rencana perpisahan yang difasilitasi oleh ibu ibu paguyuban,”kata Kepala Sekolah.
Pihak sekolah selalu terbuka dan siap menerima saran dan kritikan yang bersifat membangun demi kemajuan dunia pendidikan.
Sementara itu, Ketua Komite SDN Kejaban, Ni’matulloh memberikan penjelasan bahwa masukan yang disampaikan oleh orang tua menjadi salah satu bahan untuk mengambil sebuah keputusan bersama. “Hari ini kita adakan musyawarah kembali dengan orang tua dan hasilnya acara perpisahan tidak diadakan,”jelasnya.
Ia menambahkan, Hasil musyawarah dengan orang tua siswa maka diputuskan kegiatan acara perpisahan ditiadakan dan uang yang telah dibayarkan dikembalikan kepada orang tua siswa.
“Kami pastikan para orang tua telah menerima uang pengembalian pembatalan acara perpisahan,”tegasnya.
Salah satu orang tua siswa mengaku kecewa dan sedih bahkan banyak yang menangis karena acara perpisahan dibatalkan. Padahal bagi anaknya dan teman teman lainnya acara perpisahan menjadi suatu kenangan yang membahagiakan bagi mereka setelah tuntas menimba ilmu selama 6 tahun di sekolah.
“Saya sedih acara perpisahan ditiadakan. Padahal dimusyawarah sudah sepakat tetapi masih ada saja yang merasa terbebani,”katanya.
Para siswa siswi kecewa karena telah latihan untuk tampil di acara perpisahan. Mereka latihan tidak cukup satu hari bahkan sampai seminggu agar bisa tampil prima di acara tersebut. (Mur/Fj).







