Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Daerah · 14 Agu 2025 14:41 WIB ·

Lagi, 178 Siswa SMP Keracunan  MBG


Lagi, 178 Siswa SMP Keracunan  MBG Perbesar

SLEMAN | Harian Merdeka

Lagi, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menui masalah. Sebanyak 178 siswa di tiga SMP d wilayah Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, mengalami keracunan MBG.

Informasi yang dihimpun, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mencatat hingga Rabu (13/8) sore,  sebanyak 178 siswa mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sleman, Khamidah Yuliati, menyampaikan kejadian tersebut terjadi di tiga sekolah, yaitu SMP Muhammadiyah 1 Mlati, SMP Muhammadiyah 3 Mlati, dan SMP Pamungkas Mlati.

“Dugaan keracunan pangan di Sleman terjadi di tiga SMP. Ditangani di Puskesmas Mlati I dan II. Kemudian ada yang dirujuk (ke RSUD Sleman),” katanya, dikutip republika.

Di SMP Muhammadiyah 1 Mlati, tercatat 58 siswa mengalami gejala seperti mual dan muntah. Semuanya ditangani di Puskesmas Mlati I, dengan 15 siswa menjalani rawat jalan. Sementara itu, jumlah siswa bergejala dari SMP Muhammadiyah 3 dan SMP Pamungkas Mlati mencapai 120 siswa, yang dirawat di Puskesmas Mlati II. Dari jumlah tersebut, 80 siswa menjalani rawat jalan dan 7 siswa dirujuk ke RSUD Sleman.

Gejala yang dialami para siswa antara lain muntah, pusing, sakit perut, dan diare. Menurut keterangan sementara, makanan yang dikonsumsi dalam program MBG pada hari sebelumnya diduga menu rawon.

“Makanan terduga (yang menjadi pemicu keracunan -Red) menu rawon hari Selasa (12/8), kemarin,” ungkapnya.

Sejauh ini, dinas sudah melakukan pemeriksaan pada kasus bergejala dan memberi pengobatan. Pihaknya juga meminta tiga sekolah tersebut untuk mengisi Google form untuk pendataan.

“Rencana tindak lanjut, (kami akan) melakukan pemeriksaan sampel makanan, lalu spesimen muntahan, dan feses,” ucap dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sleman, Dedi Aprianto, mengatakan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan telah diambil untuk diperiksa lebih lanjut oleh tim Inafis dari Polresta Sleman.

“Tim kami yang lain mengecek kejadian itu, mengkonfirmasi. Kalau yang diceritakan tadi (penyebab diduga keracunan dari menu -Red) rawon, ada togenya,”tuturnya (jr)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menunggu Audit BPK, Proyek Pedestrian DSDABMBK Tangsel Dipertanyakan

26 Juni 2026 - 15:28 WIB

Penerus Banten: Pansel Harus Cari Direksi BUMD Bersih dan Bebas Masalah Hukum

26 Juni 2026 - 10:51 WIB

Buka Peparpeda IX 2026, Andra Soni : Atlet Generasi Hebat dan Inspiratif.

25 Juni 2026 - 10:20 WIB

Sambut Hari Bhayangkara, Kapolda Banten Pimpin Program Bedah Rumah di Kota Serang

24 Juni 2026 - 10:32 WIB

Dorong Kemandirian Energi, Komisi VI DPR RI Kawal Program CNG di Bali

23 Juni 2026 - 13:49 WIB

Usai Latsar CPNS, Kalapas Gunungsitoli Tegaskan ASN BerAKHLAK Harus Hadir dalam Pelayanan Nyata

18 Juni 2026 - 09:44 WIB

Trending di Daerah