PANDEGLANG | Harian Merdeka
Besarnya tunjangan kinerja (tukin) pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten membuat banyak aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Pandeglang tergoda untuk pindah. Tukin pejabat setingkat Kepala Bidang (Kabid) di Pemprov Banten bahkan disebut mengalahkan tukin Sekretaris Daerah (Sekda) dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pandeglang.
Berdasarkan informasi yang diterima, tukin untuk Kabid di Pemprov Banten mencapai sekitar Rp30 juta per bulan, jauh lebih besar dibandingkan tukin Sekda Pandeglang yang hanya Rp25 juta, serta tukin Kepala OPD eselon II yang sekitar Rp22 juta.
Adapun jabatan yang menerima tukin sebesar itu di antaranya adalah Sekretaris Bappeda, Inspektorat, BPKAD, Bapenda, dan Kepala Bagian Perundang-undangan Biro Hukum, serta Inspektorat Pembantu Wilayah di lingkungan Inspektorat Provinsi.
Untuk perbandingan, tukin Kepala Dinas di tingkat provinsi berada di kisaran Rp40 juta hingga Rp55 juta, sementara tukin untuk Sekda Provinsi Banten tercatat mencapai Rp76,5 juta per bulan.
Fenomena ini mendorong tren perpindahan pejabat dari kabupaten ke provinsi. Menanggapi hal ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Pandeglang, Ali Fahmi Sumanta, menegaskan bahwa dirinya tidak akan menghalangi keinginan ASN yang ingin mengembangkan karier dan meningkatkan kesejahteraannya.
“Itu menjadi hak ASN untuk pengembangan karir dan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan. Tapi kalau saya secara pribadi, saya tetap akan mengawal Ibu Bupati dan Pak Wakil Bupati di Kabupaten Pandeglang,” kata Fahmi kepada Radar Banten, Senin (28/4/2025).
Fahmi mengungkapkan, dirinya lebih memilih mengabdi di Pandeglang hingga memasuki masa pensiun, yang diperkirakan sekitar empat hingga lima tahun lagi.
“Setelah pensiun, saya kembali menjadi pedagang di pasar. Jadi saya memilih untuk tetap di Pandeglang,” tambahnya.
Saat ditanya soal ketimpangan tukin, Fahmi mengakui bahwa tukin di provinsi memang jauh lebih besar.
“Saya juga kalah jauh dibanding Kabid di provinsi. Tukinnya memang lebih besar, jauh lebih besar,” katanya sambil tersenyum.
Namun secara pribadi, Fahmi mengaku sudah nyaman bekerja di Pandeglang meski secara jujur, ia tidak menutup kemungkinan bahwa besarnya tukin di provinsi memang menggoda.
“Kalau secara jujur, saya juga mau. Tapi karena faktor usia dan kenyamanan, saya memilih untuk tetap ikut Ibu Dewi dan Pak Iing untuk membangun Pandeglang menjadi lebih maju,” pungkasnya.(RB/Fj)







