Menu

Mode Gelap
Seorang Pengendara Motor Tewas Usai Terperosok Kedalam Got Operasi Patuh Jaya 2024 Mulai Digelar di Tangerang Puskesmas Karawaci Baru Memperluas Pelayanan Kesehatan, Dengan Posyandu Integrasi Layanan Primer Lomba TNG Child Fest 2024 Dipastikan Tetap Berlangsung DKP Kota Tangerang Buka Layanan Kastrasi Gratis, Untuk Kucing Jantan Domestik

Politik · 30 Sep 2023 18:07 WIB ·

Analis Politik Unas: Muka Dua Jokowi Terhadap Prabowo dan Ganjar


Analis politik Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting. Perbesar

Analis politik Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting.

JAKARTA | Harian Merdeka

Analis politik Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting menilai Jokowi merupakan aktor politik dengan fenomena politik bermuka dua. Menampilkan standar ganda dalam panggung politik yang penuh drama, terutama jelang pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) 2024.

“Tidak usah heran jika bertemu Prabowo Subianto, Jokowi seolah mendukung Prabowo. Begitu juga jika bertemu Ganjar Pranowo, seolah mendukung Ganjar. Itulah yang dinamakan politik bermuka dua,” kata Selamat Ginting di Kampus Unas, Jakarta, Sabtu (30/9/2023).

Selamat Ginting menjawab pertanyaan wartawan mengenai kedekatan Jokowi dengan bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo di acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDIP di Jakarta, Jumat (29/9/2023)

Menurutnya, melihat fenomena politik Jokowi yang kadang sangat mesra secara politik dengan bakal capres dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto, namun bukan tidak mungkin justru mendukung Ganjar. Sebaliknya, sangat mesra dengan Ganjar, namun bisa jadi justru mendukung Prabowo.

“Itulah realitas politk yang senantiasa ditampilkan Jokowi terhadap dua bakal capres tersebut. Fenomena itu menggambarkan politik muka dua Jokowi itu memang penuh standar ganda atau kemunafikan,” kata dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unas itu.

Hal itu, kata dia, selaras dengan pandangan profesor ilmu politik dari Inggris David Runciman, dalam bukunya ‘Political Hypoccrisy: The Mask of Power, from Hobbes to Orwell and Beyond’. Perilaku Jokowi sebagai actor politik merupakan bagian dari fenomena politik muka dua. Artinya, dunia politik yang penuh dengan wajah kemunafikan dan sikap standar ganda.

Jika dikupas dengan teori politik muka dua dari David Runciman, lanjut Ginting, maka politik muka dua itu penuh dengan seolah-olah (mendukung), padahal palsu, dan menipu. Kemudian pada gilirannya hanya dijadikan topeng kekuasaan.

Dikemukakan, pencitraan adalah salah satu kelebihan Jokwo dalam berpolitik. Kontestasi pilres 2024 juga akan dijadikan arena arena pencitraam yang sangat jauh dari makna dan realita yang sebenarnya.

“Pencitraan politik memang seperti teater atau panggung sandiwara. Inilah praktik kemunafikan para aktor panggung klasik yang disebut juga hypokrisis. Sikap berpura-pura menjadi sesuatu yang bukan dirinya,” ujar Ginting yang lama menjadi wartawan bidang politik dan militer.

Publik, kata Ginting, mudah terhibur dengan aksi panggung politik akibat perbuatan kepura-puraan dan kebohongan. Para pendukung bakal capres Prabowo akan merasa senang saat Jokowi bersama Prabowo. Begitu pula para pendukung Ganjar akan merasa bahagia jika Jokowi bersama Ganjar.

“Padahal itu semua hanya kepura-puraan, karena yang terpenting adalah mendapatkan syahwat kekuasaan setelah tidak lagi menduduki posisi presiden,” ujar Ginting.

Berkaitan dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad, SAW, Ginting mengingatkan tentang hadis tentang tiga tanda-tanda orang munafik. “Apabila berkata, ia berbohong; apabila berjanji, ia meningkari; dan apabila diberi amanat, ia khianati”.
Sebaiknya, kata Ginting, Jokowi menghindari berkata bohong, soal dukungan terhadap bakal capres/cawapres. Caranya tidak ikut cawe-cawe atau ikut menentukan capres/cawapes dalam pemilu 2024 mendatang. Sebagai kepala negara, mestinya Jokowi mengambil posisi sentral dan tidak menghianati sumpah jabatannya sebagai kepala negara yang mesti mengayomi semua pihak.(rls)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Soma Atmaja Jabat Plh Sekda

16 Juli 2024 - 11:03 WIB

Komisi I Tanggapi Insiden Penembakan Capres Donald Trump, Kekerasan Politik Tak Dapat Ditoleransi

15 Juli 2024 - 14:06 WIB

Kawal Pilkada Serentak yang Berkualitas, KPU Tangkot Libatkan Ormas

15 Juli 2024 - 13:49 WIB

Pilar Imbau Warga Sukseskan Pemutakhiran Data Pemilih, Usai Di coklit

15 Juli 2024 - 11:25 WIB

Golkar Usung Bos Jalan Tol

12 Juli 2024 - 10:28 WIB

Demokrat Tetap Ngotot Usung Heru Budi

11 Juli 2024 - 10:16 WIB

Trending di Politik