JAKARTA | Harian Merdeka
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berencana membuka rekrutmen terbuka bagi tokoh masyarakat dan generasi muda yang tertarik terjun ke dunia politik praktis. Proses rekrutmen tersebut dipastikan tidak dipungut biaya.
Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menyampaikan rencana tersebut usai menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah PSI yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (14/12/2025).
“Insyaallah kami akan membuka diri untuk melakukan open recruitment terhadap tokoh-tokoh, anak-anak muda, tokoh-tokoh terbaik yang berminat untuk masuk politik,” ujar Ahmad Ali.
Menurut Ahmad Ali, sejak awal PSI dirancang sebagai wadah perjuangan bagi kelompok masyarakat yang ingin berkontribusi dalam perubahan sosial dan politik. Karena itu, PSI membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa pun yang memiliki komitmen dan gagasan untuk terlibat dalam politik.
Ia menjelaskan, tidak mengherankan jika saat ini banyak kader PSI berasal dari kalangan aktivis pergerakan, termasuk dari organisasi-organisasi yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus.
“Sehingga kemudian kami membuka diri untuk menyiapkan wadah, menyiapkan rumah ini untuk kemudian diisi,” tuturnya.
Ahmad Ali menegaskan, PSI bukanlah partai yang disiapkan hanya untuk kepentingan kelompok tertentu. Sebaliknya, PSI ingin menjadi partai yang inklusif dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam rekrutmen terbuka tersebut, PSI berkomitmen memberikan fasilitas kepada para calon kader tanpa membebankan biaya apa pun.
“Insyaallah difasilitasi oleh PSI tanpa ada pungutan biaya,” katanya.
Lebih lanjut, Ahmad Ali menyatakan PSI ingin mendorong lebih banyak anak muda yang memiliki pemikiran kritis dan visi masa depan untuk berani terjun langsung dalam politik praktis. Menurutnya, setiap anak muda memiliki kesempatan yang sama, tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.
“Kami ingin ke depan anak-anak muda yang punya pemikiran cerdas, yang punya mimpi untuk menjadi politisi, tidak perlu takut, tidak perlu khawatir karena dia anak petani, karena dia orang desa, karena dia tidak lahir dari latar belakang politisi, keluarga politisi, atau orang kaya,” pungkasnya.(Fj)






