Menu

Mode Gelap
Helmy Halim, Balon Walikota Tangerang Asal Demokrat : Masyarakat Harus Dilibatkan Dalam Pembangunan Pengurus HNSI Sumut Dan Jajarannya Audiensi Ke Ditpolairud Poldasu Maesyal Rasyid Hadiri Pengajian Akbar dan Pengukuhan Ranting Desa Muslimat NU Kecamatan Teluknaga DPC HNSI Medan Bersama PT Musim Mas Melakukan Reboisasi Bibir Pantai Wilayah Belawan Polsek Teluknaga Amankan Penjual Obat Tramadol

Hukum · 30 Nov 2023 02:20 WIB ·

Tujuh Pengungsi Rohingnya Kabur


Tujuh Pengungsi Rohingnya Kabur Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Tujuh pengungsi etnis Rohingya kabur dari tempat penampungan sementara di eks kantor imigrasi Kota Lhokseumawe, Aceh, dan semuanya berjenis kelamin laki-laki. Belum diketahui motif kaburnya ketujuh pengungsi tersebut.

“Kita menduga ketujuh pengungsi Rohingya tersebut melarikan diri,” kata Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemko Lhokseumawe, Darius, di Lhokseumawe, kemarin

Ketujuh pengungsi Rohingya tersebut diketahui sudah tidak berada di lokasi penampungan ketika petugas hendak membagikan makanan pada Senin kemarin (27/11).

Ternyata, saat itu diketahui bahwa jumlah para pengungsi Rohingya di sana sudah berkurang dari total awal 514 yang ditempatkan, tersisa 507 orang, tujuh sudah tidak berada di lokasi.

Darius menduga kuat bahwa ketujuh imigran Rohingya dapat melarikan diri dari tempat penampungan karena bantuan orang lain.

Hal itu dikuatkan dengan keterbatasan para imigran Rohingya menguasai wilayah Aceh, kemudian mereka juga sangat sulit berkomunikasi akibat keterbatasan bahasa.

“Sehingga, para imigran Rohingya itu membutuhkan orang lain untuk membawa mereka kabur dari tempat pengungsian tersebut,” ujarnya.

Darius menambahkan, kasus pengungsi melarikan diri ini karena pengamanan yang masih kurang jika dikaitkan dengan jumlah pengungsi mencapai 514 orang, apalagi pagar lokasi tempat penampungan juga tidak memadai.

“Kita lihat juga dari sisi pagar pengamanan ini masih kurang ya, jadi memang agak kurang. Kemudian di personel pengamanan juga agak tidak memadai untuk pengamanan pengungsi sebanyak ini,” katanya.

Penjagaan lokasi pengungsian itu hanya dilakukan oleh pihak kepolisian, satpam, UNHCR, IOM serta bantuan anggota yayasan. Karena itu, diharapkan kerjasama seluruh elemen agar pengamanan lebih baik.

“Kerja sama lebih maksimal dari seluruh elemen diharapkan untuk pengamanan Rohingya guna mengantisipasi adanya perdagangan manusia oleh oknum yang ingin mengambil keuntungan,” demikian Darius.

Sebagai informasi, pertengahan November 2023 ini Aceh didatangi lebih kurang 1.084 pengungsi dari negara Myanmar etnis Rohingya sejak 14 sampai 21 November 2023 menggunakan perahu kayu.

Mereka datang dengan enam gelombang, tiga di Kabupaten Pidie, kemudian Aceh Timur, Bireuen, dan Kota Sabang.

Khusus dari gelombang Pidie ditempatkan di Kamp Mina Raya setempat. Sedang dari lainnya dikumpulkan satu titik ke eks kantor Imigrasi Lhokseumawe.(fik/jr)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Operasi Patuh Jaya 2024 Mulai Digelar di Tangerang

16 Juli 2024 - 11:54 WIB

10 Rumah di Asmara Polisi Balaraja Dilalap Api

15 Juli 2024 - 13:40 WIB

Mantan Caleg DPRD Kota Tangerang Ditangkap Konsumsi Narkoba

9 Juli 2024 - 10:44 WIB

Perlunya Partisipasi Publik dalam Penyusunan RUU RPJPN 2025-2045

2 Juli 2024 - 11:06 WIB

Ketua KJMB : ” Usut Tuntas pengungkapan motif Pembakaran rumah wartawan di Sumatera Utara Tanah Karo

30 Juni 2024 - 20:28 WIB

STID pengangkutan Kayu Balok Pelabuhan Belawan, dipertanyakan

7 Mei 2024 - 10:20 WIB

Trending di Hukum