Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 27 Mar 2024 12:56 WIB ·

Prabowo-Jokowi Pecah Kongsi?


Prabowo-Jokowi Pecah Kongsi? Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad, menilai hubungan anatra Presiden Joko Widodo dengan presiden terpilih, Prabowo Subianto, bisa merenggang pasca Pilpres 2024.


“Bisa saja hubungan antara Jokowi dan Prabowo berubah pasca penetapan KPU. Jokowi adalah presiden yang sedang berjalan, namun sudah ada presiden terpilih, yakni Prabowo,” ujar Saidiman, dikutip inilah.com. Selasa (26/3).


Menurutnya, potensi kerenggangan hubungan kedua tokoh tersebut sangat wajar. Itu mengingat Prabowo pada Jokowi tak lagi sebesar sebelum pemilihan umum.


“Prabowo tidak lagi punya alasan politik yang mendekatkan diri pada Jokowi. Apalagi Jokowi bukan figur partai politik yang bisa menentukan, komposisi dukungan pada pemerintah mendatang,” ujanrya.


Selain itu, terkait komposisi kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran, Saidiman justru menilai Jokowi tak memiliki andil dalam menentukan kabinet Prabowo-Gibran. “Kabinet ke depan akan sangat ditentukan oleh Prabowo sebagai pemenang pilpres dan elite-elite partai pendukungnya. Saya menduga, Jokowi tidak akan punya peran besar dalam penentuan kabinet mendatang,” tandasnya.


Jauh sebelum Pilpres 2024, Analis dari Amerika Serikat Salil Tripathi telah memprediksi bahwa Prabowo dan Presiden Jokowi pecah kongsi setelah Pemilu 2024.


Tripathi menyampaikan pandangan dia dalam artikel berjudul ‘How Will Prabowo Lead Indonesia?’ yang dirilis Foreign Policy, Rabu (28/2). Dalam artikel itu, Salil mempertanyakan keberlanjutan aliansi Jokowi-Prabowo jika Menteri Pertahanan itu betul-betul menjadi presiden.


Menurut Tripathi, Gibran saat ini hanya memiliki pengalaman politik yang terbatas sebagai Wali Kota Solo. Namun, dia kemungkinan besar ingin menjadi presiden di masa mendatang. “Jika Prabowo melihat Gibran sebagai ancaman, aliansi mereka mungkin akan pecah,” tulis dia.


Tripathi lalu menuliskan bahwa Prabowo memandang kemenangan di pemilu ini sebagai upaya politik dia yang berhasil, meski tak lepas dari dukungan Jokowi. “Meskipun Prabowo tidak mungkin menang tanpa dukungan Jokowi, ia tidak perlu lagi bergantung padanya untuk memerintah,” kata Tripathi. (jr)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tolak SHGB PT PMC, Ratusan Massa Demo di Depan Kantor Bupati Bogor

18 Juni 2026 - 14:32 WIB

Ricuh GIK UGM, GMPK DKI: Dialog Mensyaratkan Argumen, Bukan Kekerasan

18 Juni 2026 - 14:21 WIB

Dua Tahun Naik Sebelas Kali Lipat, Dari Mana Datangnya Pundi-Pundi Zita Anjani ?

18 Juni 2026 - 12:55 WIB

Respons Damai AS-Iran, Sekjen Golkar Minta Fiskal RI Diperbaiki

17 Juni 2026 - 14:46 WIB

Jagatani Puji Sikap Terbuka Budiman Cs Hadapi Debat Mahasiswa UGM

17 Juni 2026 - 14:29 WIB

Tetap Tenang Hadapi Massa di UGM, Budiman Sudjatmiko: Saya Paham Derita Rakyat

17 Juni 2026 - 13:45 WIB

Trending di Politik