JAKARTA | Harian Merdeka
DPD Partai Gerindra Jawa Tengah menanggapi operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pati Sudewo, yang diketahui merupakan kader Partai Gerindra.
Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah Sudaryono mengatakan pihaknya masih menunggu hasil resmi pemeriksaan KPK terkait penangkapan tersebut. Ia menegaskan partainya menghormati sepenuhnya proses hukum yang tengah berjalan.
“Kami menghormati proses hukum yang sedang dilakukan oleh KPK. Saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan secara resmi,” ujar Sudaryono di Semarang, Rabu (21/1/2026).
Sudaryono menekankan asas praduga tak bersalah harus tetap dikedepankan hingga terdapat keputusan hukum yang berkekuatan tetap. Menurutnya, semua pihak perlu bersikap bijak dan tidak tergesa-gesa menarik kesimpulan.
“Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum. Kita serahkan sepenuhnya kepada KPK untuk bekerja secara profesional, transparan, dan sesuai aturan,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan Partai Gerindra berkomitmen mendukung upaya pemberantasan korupsi, termasuk jika melibatkan kader internal partai. Ia berharap proses hukum dapat berjalan lancar tanpa intervensi dari pihak mana pun.
“Kami mendukung penuh langkah-langkah penegakan hukum yang dilakukan KPK demi menjaga kepercayaan publik dan marwah hukum di Indonesia,” ujarnya.
Terkait dampak politik di daerah, Sudaryono menyatakan DPD Gerindra Jateng akan bersikap kooperatif dan menunggu perkembangan resmi dari KPK sebelum mengambil langkah organisasi maupun politik lanjutan.
“Untuk langkah organisasi dan politik, tentu kami akan menunggu hasil dan fakta hukum yang disampaikan secara resmi,” pungkasnya.
Sebelumnya, KPK mengumumkan telah menangkap Bupati Pati Sudewo (SDW) dalam rangkaian OTT ketiga sepanjang tahun 2026. Usai diamankan, Sudewo langsung dibawa ke Jakarta pada Senin (19/1) malam untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik KPK. (con/fj)







