Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Opini · 13 Des 2024 14:21 WIB ·

Sandiaga Dukung Jokowi “Partai Perorangan”


Sandiaga Dukung Jokowi “Partai Perorangan” Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Politikus PPP, Sandiaga Uno mendukung gagasan Presiden RI ke-7, Joko Widodo terkait partai perorangan. Mantan Menparekraf itu menganggap partai perorangan sebagai inovasi di politik Indonesia.

Demikian disampaikan Sandiaga saat berkunjung ke kediaman Jokowi di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/12). “Itu sebuah inovasi ya. Karena biasanya partai ini kan (organisasi) politik. Ini ada partai perorangan,” ujar Sandi di depan rumah Jokowi.

Ia melihat fenomena perubahan struktur politik di tanah air belakangan ini. Menurutnya, diperlukan keahlian di bidang political entrepreneurship untuk menghadapi perubahan itu.

“Tadi sempat juga saya matur (sampaikan) ke Bapak Jokowi, ini ada fenomena dari segi political entrepreneurship. Ada perubahan struktur pada politik,” ujarnya.

Partai perorangan ala Jokowi, kata Sandi, layak dikaji sebagai salah satu inovasi untuk menyambut perubahan di lanskap politik dalam negeri.

“Mungkin politik perorangan ini layak didalami karena menurut saya ini sesuatu yang sangat baru,” kata Sandi.

Istilah partai perorangan belakangan ramai dibincangkan para pengamat politik. Jokowi yang pertama kali melontarkannya saat ditanya dirinya sudah dipecat oleh PDIP.

Jokowi kembali menegaskan posisinya tersebut saat ditanya apakah akan bergabung dengan partai lain setelah dinyatakan keluar dari PDIP. “Ya masih partai perorangan. Partainya jadi perorangan,” kata Jokowi.

Meski begitu, Jokowi enggan menjelaskan lebih lanjut apa yang dimaksudnya.

Ia hanya mengulang jawabannya saat ditanya awak media mengenai arti dari pernyataan itu.

Merespon soal itu,Direktur Eksekutif Indostrategic, Ahmad Khoirul Umam menyebut, ada dua kemungkinan soal pernyataan yang disampaikan Jokowi.

Pertama, Khoirul mengatakan hal itu bisa jadi adalah bentuk ekspresi kepanikan Jokowi. “Sehingga memberikan respons jawaban yang tampaknya tidak begitu mudah untuk dicerna sehingga kemudian beliau menyatakan partai perorangan.”

“Jadi, bisa saja ini adalah bagian dari slip of the tongue (salah ucap),” ujar Khoirul dalam acara Kompas Petang di Kompas TV, Kamis.

Lalu kemungkinan kedua, sambung Khoirul, statemen itu adalah ekspresi serangan balik Jokowi kepada PDIP. “Yang kemudian seolah dianggap sebagai sebuah partai yang berbasis pada personalisasi yang terinstitusionalisasikan ke dalam sebuah partai.” (jr)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Suwardi Thahir dan Kerinduan Wartawan pada Pemimpin yang Merangkul

5 Juni 2026 - 10:52 WIB

Urgensi Reshuffle Menteri ESDM Bahlil

7 April 2026 - 16:43 WIB

Sedikit Kegembiraan Di Tengah Kecemasan Catatan Hendry Ch Bangun

20 Januari 2026 - 11:56 WIB

Bijaksana Mengelola Potensi Energi Ketika Tatanan Global Porak Poranda

14 Januari 2026 - 15:19 WIB

Pantaskah Soeharto Dinobatkan Sebagai Pahlawan Nasional?

9 November 2025 - 18:44 WIB

Apakah Sumpah Pemuda 1928 Masih Relevan di Era Digital?

28 Oktober 2025 - 12:28 WIB

Trending di Opini